kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa AS melemah didorong spekulasi data ekonomi


Kamis, 07 Mei 2015 / 06:19 WIB
ILUSTRASI. Aktor Song Kang dalam perannya di drakor My Demon serta beberapa daftar drakor lain yang pernah dibintanginya.


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh. Pelemahan bursa AS membawa indeks  Standard & Poor’s 500 ke level terendahnya dalam satu bulan. Ini terjadi karena adanya estimasi  pertumbuhan ekonomi yang melambat, sebelum laporan ketenagakerjaan pemerintah yang dirilis Jumat nanti.

Indeks S&P 500 turun 0,5% menjadi 2.080,15 pada pukul 4 p.m. di New York. Sedangkan Dow Jones Industrial Average tergelincir 86,22 poin, atau 0,5% menjadi 17.841,98 dan menghapus capital gain yang didapat tahun ini.

Indeks bursa yang lain yaitu Nasdaq Composite Index juga melemah 0,4%, sementara the Russell 2000 Index menguat 0,3% seiring kenaikan beberapa saham biotechnologi. Sekitar 7,3 miliar saham diperdagangkan di bursa saham AS, 11% lebih tinggi dibandingkan rata-rata tiga bulan. 

Beberapa saham yang mempengaruhi bursa AS antara lain, Apple Inc, Hewlett-Packard Co dan Microsoft Corp yang mengalami pelemahan harga saham. Sementara saham Alexion Pharmaceuticals Inc naik 8% setelah setuju membeli Synageva BioPharma Corp senilai US$ 8,4 miliar. 

Ada juga saham Pfizer Inc yang turun seiring dengan turunnya kinerja sejumlah perusahaan farmasi. Sementara saham perusahaan energi seperti Devon Energy Corp naik 1,3% setelah berencana menaikkan produksi. "Data ekonomi yang ada telah membuat pasar gugup. Apalagi banyak investor yang telah telah menjual portofolio sahamnya," kata Robert Pavlik, Chief investment strategist at Boston Private Wealth seperti dikutip Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×