kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Bursa AS melemah didorong oleh saham bioteknologi


Selasa, 28 April 2015 / 05:52 WIB
Bursa AS melemah didorong oleh saham bioteknologi
ILUSTRASI. Twibbon Milad Muhammadiyah ke-111.


Sumber: Bloomberg | Editor: Uji Agung Santosa

NEW YORK. Bursa Amerika Serikat (AS) jatuh didorong oleh saham-saham perusahaan bioteknologi. Indeks Standard & Poor’s 500 Index turun 0,4%, sementara indeks Russell 2000 turun 1,2%. Lalu indeks Dow Jones juga memerah dengan penurunan sebesar 0,23%.

Perusahaan bioteknologi mengalami penurunan nilai saham. Seperti yang terjadi pada saham Mylan NV sebesar 5,7%. Penurunan terjadi setelah perusahaan menolak take over saham yang ditawarkan Teva Pharmaceutical Industries Ltd senilai US$ 40 miliar. 

Saham Applied Materials Inc juga turun 8,4% setelah menolak tawaran takeover Tokyo Electron Ltd. Sementara saham Apple Inc, perusahaan dengan nilai pasar terbesar di dunia, meningkatkan capital return program sebesar US$ 70 miliar. 

Apple juga berhasil mendongkrak laba sebesar 33%  pada kuartal terakhir seiring dengan meningkatnya produk IPhone, sehingga harga sahamnya naik 1,8%. "Pasar menginginkan untuk bisa tumbuh lebih tinggi, namun ada tantangan untuk itu," kata Michael Antonelli, institutional equity sales trader and managing director Robert W. Baird & Co, seperti dikutip Bloomberg.

Menurutnya pelemahan nilai saham yang terjadi pada perusahaan bioteknologi telah menyeret saham-saham lain untuk turun. Sebelumnya indeks S&P 500 telah mencetak rekor tertinggi di level 2.117,69 pada pekan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×