kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.054   54,00   0,30%
  • IDX 5.751   -190,38   -3,20%
  • KOMPAS100 761   -24,84   -3,16%
  • LQ45 575   -14,38   -2,44%
  • ISSI 199   -6,62   -3,21%
  • IDX30 326   -7,86   -2,35%
  • IDXHIDIV20 405   -7,33   -1,78%
  • IDX80 86   -2,60   -2,93%
  • IDXV30 110   -3,16   -2,79%
  • IDXQ30 106   -2,28   -2,12%

BTEL proses mandatory convertible


Jumat, 21 Agustus 2015 / 20:06 WIB


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Perusahaan telekomunikasi milik Grup Bakrie, PT Bakrie Telecom masih memproses penerbitan mandatory convertible bond dengan memperhatikan
ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ketentuan pasar modal yang berlaku untuk menyelesaikan utang kepada pemegang Wesel Senior senilai US$
380 juta.

Selain dengan mandatory convertible bond , perusahaan juga dapat menerbitkan suatu wesel baru untuk ditukarkan (exchange offer) dengan Wesel Senior.

"Perseroan telah melakukan diskusi untuk rencana exchange offer tersebut dengan Steering Commite Pemegang Wesel Senior. Saat ini proses penerbitan
exchange offer memasuki tahap finalisasi," ujar manajemen PT Bakrie Telecom dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (20/8).

Asal tahu saja, penerbitan mandatory convertible bond untuk membayar 70% utang kepada pemegang Wesel Senior dan 30% pembayaran secara tunai
didasarkan pada Perjanjian Perdamaian yang telah dihomologasi oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 9 Desember 2014.

Executive Vice President PT Bakrie Telecom Tbk Teguh Anantawikrama enggan memberi komentar terkait penerbitan mandatory convertible bond tersebut. " Kami belum bisa kasih keterangan sekarang,"ujar Teguh kepada Kontan, Jumat (21/8).

Managing Partner Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adhie Joe mengatakan emiten berkode BTEL itu memang berniart untuk membayar utang pada para pemegang Wesel Senior dalam bentuk saham setelah sebelumnya perusahaan ini melakukan right issue.

"Setelah right issue baru dikasih ke pemegang wesel senior,"tambahnya.

Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2015, BTEL memiliki total liabilitas sebesar Rp 12,49 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×