kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -1.000   -0,04%
  • USD/IDR 17.903   48,00   0,27%
  • IDX 6.275   -109,89   -1,72%
  • KOMPAS100 821   -13,10   -1,57%
  • LQ45 626   -8,04   -1,27%
  • ISSI 216   -5,89   -2,65%
  • IDX30 348   -5,24   -1,48%
  • IDXHIDIV20 433   -6,33   -1,44%
  • IDX80 94   -1,40   -1,47%
  • IDXV30 119   -2,08   -1,72%
  • IDXQ30 112   -1,53   -1,35%

Bitcoin Tembus US$ 85.000, Ether Ikut Menguat di Tengah Sentimen Risk-On


Selasa, 22 September 2026 / 14:43 WIB
Bitcoin Tembus US$ 85.000, Ether Ikut Menguat di Tengah Sentimen Risk-On
ILUSTRASI. Bitcoin (Romain Costaseca/Hans Lucas via Reuters)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga aset kripto utama kembali menguat pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Bitcoin bertahan di atas level US$ 85.000, sementara Ethereum juga melanjutkan penguatan seiring membaiknya sentimen risiko di pasar global.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (22/9/2026) pukul 14.30 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 85.240, naik 4,41% dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin telah menguat 10,26%, sedangkan secara bulanan naik 11,74%.

Penguatan juga terjadi pada Ethereum. Harga Ether tercatat sebesar US$ 2.725, naik 2,54% secara harian. Dalam sepekan, Ethereum menguat 9,82% dan secara bulanan telah naik 13,95%.

Pergerakan tersebut sejalan dengan penguatan Bitcoin yang dalam beberapa hari terakhir berada di dekat level tertingginya sejak Januari. Kenaikan Bitcoin turut didukung oleh kembali meningkatnya permintaan institusional.

Baca Juga: The Fed Naikkan Suku Bunga, Simak Strategi Investasi Bitcoin dan Ethereum

Selain itu, arus dana masuk ke ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat turut menjadi salah satu sentimen. Pada 18 September 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar US$ 433 juta. Pembelian Bitcoin oleh korporasi juga kembali meningkat setelah Strategy melanjutkan akumulasi Bitcoin.

Co-Founder CryotiWatch sekaligus Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir mengatakan, membaiknya sentimen risiko global turut menopang pergerakan Bitcoin dan Ether.

"Sentimen risiko global yang membaik menopang aset berisiko termasuk Bitcoin dan Ether, dikarenakan adanya optimisme pembicaraan antara AS-Iran terkait Selat Hormuz dan AS-Tiongkok terkait tarif dagang," kata Christopher kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).

Menurut dia, perkembangan pembicaraan terkait Selat Hormuz juga menjadi perhatian pasar karena berpotensi meredam tekanan inflasi apabila kondisi tersebut mendorong harga minyak lebih rendah.

Baca Juga: Bitcoin Tetap Menguat Usai The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan, Cermati Pemicunya

Meski demikian, Christopher melihat ruang terjadinya aksi ambil untung masih terbuka setelah kenaikan harga kripto dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pelaku pasar dinilai telah mencatat keuntungan, sementara keberlanjutan tren penguatan masih menjadi perhatian.

"Untuk saat ini, sangat berpotensi terjadinya aksi ambil untung di pasar dikarenakan banyak pelaku pasar yang sudah mendapatkan keuntungan, tetapi masih ragu akan keberlanjutan tren ini," ujarnya.

Christopher juga menilai pilihan aset kripto alternatif masih relatif terbatas. Namun, Hyperliquid dapat menjadi salah satu kandidat yang diperhatikan pasar.

Di sisi lain, apabila tekanan jual akibat aksi ambil untung meningkat, Christopher memperkirakan Bitcoin berpotensi kembali tertekan ke kisaran US$ 50.000, sementara Ethereum dapat kembali menuju US$ 2.000.

Untuk investor, Christopher menyarankan strategi dollar cost averaging (DCA), sedangkan trader dapat mencermati momentum pergerakan harga. Pelemahan momentum dinilai perlu menjadi perhatian dalam menentukan strategi perdagangan. 

Baca Juga: Strategy Borong 950 Bitcoin, Keuntungan Belum Direalisasi Capai US$8 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×