Sumber: CoinDesk,Cointelegraph,CoinDesk | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bitcoin kembali menembus moving average (MA) 50 pekan, indikator teknikal yang secara historis kerap dikaitkan dengan berakhirnya fase bear market.
Namun, analis mengingatkan satu kali penutupan di atas level tersebut belum cukup untuk memastikan perubahan tren menuju bull market.
Melansir Cointelegraph, Bitcoin ditutup di level US$81.159 di Coinbase pada Minggu (20/9/2026), berada di atas MA 50 pekan sebesar US$78.788 berdasarkan data TradingView.
Penutupan mingguan tersebut menjadi yang pertama bagi Bitcoin berada di atas MA 50 pekan dalam lebih dari 10 bulan. Sebelumnya, Bitcoin terakhir kali ditutup di atas indikator tersebut pada 9 November 2025.
Baca Juga: Ekspansi 5G dan AI Topang ISAT, Ini Proyeksi Kinerja dan Sahamnya
Pergerakan Bitcoin berlanjut pada awal pekan. Mengutip CoinMarketCap, Senin (21/9/2026) pukul 17.03 WIB, harga Bitcoin berada di level US$84.564, naik 5,09% dalam 24 jam terakhir dan menguat 8,35% dalam sepekan.
Head of Firmwide Research Galaxy Research Alex Thorn mengatakan, MA 50 pekan secara historis berfungsi sebagai batas atas pergerakan Bitcoin selama periode bear market.
“Dalam empat dari lima bear market yang telah selesai, setelah MA 50 pekan pertama kali ditembus ke atas, dasar bear market secara definitif telah terbentuk,” kata Thorn dalam catatan riset pada Agustus lalu.
Menurut Thorn, kembalinya Bitcoin ke atas MA 50 pekan sebelumnya menjadi sinyal bahwa fase bear market telah berakhir. Namun, indikator tersebut tetap memiliki keterbatasan dalam membaca siklus harga.
Penutupan mingguan terbaru juga menjadi yang tertinggi dalam empat bulan terakhir berdasarkan data TradingView.
Baca Juga: Hexindo Adiperkasa (HEXA) Tebar Dividen US$11,19 Juta, Cek Jadwalnya
Pendiri perusahaan riset kripto Collective Shift Ben Simpson sebelumnya mengatakan penutupan Bitcoin di atas MA 50 pekan menjadi salah satu konfirmasi penting yang dia tunggu untuk melihat perubahan tren menjadi bullish.
Simpson mencatat Bitcoin pernah mencatat kenaikan besar setelah menembus level tersebut pada siklus 2017, 2020 dan 2023.
Chief Analyst Bitget Ryan Lee mengatakan, penutupan terbaru turut memperkuat indikasi bahwa pemulihan Bitcoin sedang berlangsung.
“Dalam siklus sebelumnya, pengambilan kembali level ini cenderung terjadi setelah titik terendah utama terbentuk dan momentum jangka panjang mulai pulih,” kata Lee kepada Cointelegraph.
Meski demikian, Lee menilai pasar masih membutuhkan konfirmasi lanjutan sebelum menyimpulkan bahwa titik terendah dalam siklus Bitcoin telah terlewati.
“Yang penting sekarang adalah apakah Bitcoin dapat bertahan di atas MA 50 pekan dan terus membentuk level terendah yang lebih tinggi. Kami pernah melihat penembusan yang gagal pada siklus sebelumnya, terutama ketika kondisi makroekonomi masih sulit,” ujarnya.
Baca Juga: Pasar Minyak Penuh Ketidakpastian, Cek Proyeksi Harga Minyak WTI & Brent
Galaxy Research juga mengingatkan bahwa MA 50 pekan bukan indikator yang selalu akurat. Dari 13 kali Bitcoin menembus kembali MA 50 pekan, dua di antaranya kemudian diikuti pembentukan titik terendah baru. Kedua kasus tersebut terjadi dalam periode bear market 2021-2022.
Di sisi lain, kondisi pasar Bitcoin saat ini dinilai lebih baik dibandingkan awal tahun. Harga Bitcoin telah pulih signifikan dari level terendah sekitar US$57.000 pada Juli.
Lee juga menyebut serangkaian aksi likuidasi telah mengurangi akumulasi posisi berleverage di pasar. Selain itu, terdapat tanda-tanda kembalinya permintaan dari investor institusional.
Level US$83.000 Jadi Perhatian
Selain MA 50 pekan, pelaku pasar juga mencermati level harga US$83.000 sebagai salah satu area penting dalam menentukan arah tren Bitcoin.
Trader kripto Craig Cobb mengatakan penembusan level tersebut akan menunjukkan bahwa Bitcoin tidak lagi membentuk lower high pada grafik bulanan. Kondisi itu dapat menjadi indikasi bahwa pola tren penurunan sebelumnya mulai berubah.
Cobb juga menggunakan grafik tiga bulanan sebagai indikator berikutnya. Ia mencermati pola pergantian sejumlah candle kuartalan merah yang kemudian diikuti candle hijau.
Baca Juga: Persetujuan RKAB 3 Anak Usaha BYAN Bawa Katalis Positif, Ini Saran untuk Investor
Konfirmasi berikutnya terjadi apabila candle setelahnya mampu menembus level tertinggi candle hijau tersebut.
Menurut Cobb, pola peralihan dari candle merah ke hijau telah terjadi sebanyak 15 kali dalam sejarah Bitcoin. Dalam 11 kasus, level tertinggi candle hijau pertama kemudian berhasil ditembus dan seluruh pergerakan tersebut pada akhirnya menghasilkan rekor harga tertinggi baru.
“Soal US$83.000 yang ditembus dan penutupan candle tiga bulan September, kemudian terjadi penembusan terhadap level tertingginya, maka saya akan mengatakan bull market telah dimulai,” kata Cobb.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














