kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Harga Bitcoin Menguat, Transaksi Kripto RI Meroket 31,95% pada September 2026


Jumat, 06 November 2026 / 19:22 WIB
Harga Bitcoin Menguat, Transaksi Kripto RI Meroket 31,95% pada September 2026
ILUSTRASI. Transaksi kripto Indonesia naik 31,95% menjadi Rp 30,56 triliun pada September 2026, seiring penguatan Bitcoin dan Ethereum. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia menunjukkan tren pemulihan dalam dua bulan terakhir. Penguatan harga sejumlah aset kripto utama, terutama Bitcoin dan Ethereum, menjadi salah satu faktor yang turut menopang peningkatan transaksi di pasar domestik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto nasional mencapai Rp 30,56 triliun pada September 2026. Nilai tersebut meningkat 31,95% secara bulanan atau month on month (mom) dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar Rp 23,16 triliun.

Pertumbuhan transaksi pada September sekaligus melanjutkan tren kenaikan yang terjadi pada Agustus. Saat itu, nilai transaksi kripto meningkat 12,87% dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebesar Rp 20,52 triliun.

Dengan demikian, nilai transaksi kripto domestik bertambah Rp 10,04 triliun hanya dalam kurun waktu dua bulan, dari Rp 20,52 triliun pada Juli menjadi Rp 30,56 triliun pada September 2026.

Baca Juga: Andalan Artha Bakal IPO di Harga Rp 158-Rp 189 per Saham, Ini Catatan Analis

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan salah satu faktor yang berpotensi mendorong peningkatan aktivitas perdagangan tersebut adalah penguatan harga aset kripto berkapitalisasi besar, khususnya Bitcoin.

Sepanjang September 2026, harga Bitcoin tercatat menguat sekitar 6,38%, dengan pergerakan di kisaran US$ 74.945 hingga US$ 87.395. Sementara itu, Ethereum juga mencatat kenaikan harga sekitar 8,80% pada periode yang sama.

Penguatan Bitcoin terutama terjadi pada paruh kedua September. Setelah sempat mengalami koreksi hingga mendekati US$ 75.000 pada pertengahan bulan, harga BTC kembali bergerak naik dan menembus level US$ 85.000 pada 21 September 2026.

“Penguatan ini didorong oleh masuknya kembali dana investor institusional melalui produk ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat. Selain itu, aksi short squeeze turut mempercepat kenaikan harga,” ujar Yudhono dalam keterangannya, Jumat (6/11/2026).

Selain kenaikan harga, sentimen positif pasar juga ditopang oleh meningkatnya minat investor terhadap aset digital serta akumulasi Bitcoin oleh sejumlah pemegang besar.

Hal ini tercermin dari aliran dana masuk bersih atau net inflow ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat yang mencapai sekitar US$ 2,39 miliar selama pekan perdagangan 21-25 September 2026.

Arus dana tersebut menjadi salah satu indikasi meningkatnya kembali minat investor institusional terhadap aset kripto.

Baca Juga: ST017 Ditargetkan Himpun Rp 15 T, Penerbitan SBN Ritel 2026 Bisa Tembus Rp 156 T

“Ketika harga aset kripto utama mulai menguat, perhatian investor biasanya kembali meningkat. Pergerakan harga tersebut dapat mendorong aktivitas perdagangan, baik dari investor domestik yang melakukan akumulasi maupun yang menyesuaikan portofolionya,” kata Yudho.

Di sisi lain, perkembangan pasar kripto Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan jumlah investor. Peningkatan basis investor menjadi salah satu indikator semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset digital.

OJK mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 23,48 juta orang pada September 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi Agustus 2026 yang tercatat sebanyak 23,21 juta akun konsumen.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan basis investor kripto di dalam negeri masih mengalami ekspansi. Bertambahnya jumlah investor juga berpotensi memperluas aktivitas perdagangan di pasar domestik, meskipun tingkat transaksi masing-masing investor dapat berbeda-beda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×