kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Ada Transaksi Jumbo Rp 26,1 Triliun di Saham Bayan Resources (BYAN), Haji Isam Masuk?


Rabu, 07 Oktober 2026 / 19:16 WIB
Ada Transaksi Jumbo Rp 26,1 Triliun di Saham Bayan Resources (BYAN), Haji Isam Masuk?
ILUSTRASI. Terjadi transaksi pada saham Bayan Resources (BYAN) dengan nilai jumbo di pasar negosiasi sebanyak 3 kali dengan nilai akumulasi Rp 26,1 triliun (Dok/BYAN)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham emiten tambang batubara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) kembali menyita perhatian investor dan pelaku pasar. Pasalnya, terjadi transaksi dengan nilai jumbo di pasar negosiasi pada perdagangan Rabu (7/10/2026). 

Transaksi dilakukan sebanyak tiga kali di harga Rp 2.588 dengan nilai akumulasi Rp 26,1 triliun. Harga tersebut lebih rendah 76,53% dari harga saham BYAN di pasar reguler di penutupan Rabu (7/10/2026) senilai Rp 12.550. 

Transaksi pertama terjadi pada 09:31 WIB sebanyak 16,66 juta saham atau setara dengan Rp 4,31 miliar. Transaksi kedua terjadi pada 09:38 WIB atas 5 miliar saham BYAN atau setara dengan Rp 12,94 triliun.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Energi Mega (ENRG) Usai Suntik Investasi ke HighPeak Energy

Transaksi ketiga terjadi satu menit kemudian tepatnya 09:28 WIB, jumlah saham BYAN yang ditransaksikan mencapai 50 miliar saham BYAN atau setara dengan Rp 12,94 triliun.

Jika digabungkan, ketiga transaksi tersebut mencakup sekitar 10,08 miliar saham BYAN. Jumlah saham yang ditransaksikan menjadi perhatikan karena mendekati jumlah saham yang bakal dicaplok Haji Isam. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi jumbo di pasar negosiasi ini melibatkan PT Maybank Sekuritas Indonesia selaku pihak penjual dan PT Mandiri Sekuritas sebagai pihak pembeli. 

Pada 6 September 2026, manajemen BYAN mengumumkan PT Jhonlin Baratama menambahkan jumlah saham yang dibeli dari sebelumnya 10 miliar menjadi 10,08 miliar atau ada tambah sekitar 84,08 juta saham.

Setelah transaksi rampung, Haji Isam dengan nama asli Andi Syamsuddin Arsyad melalui kendaraannya PT Jhonlin Baratama akan menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan tambang batubara itu. 

Menariknya, transaksi di pasar negosiasi ini muncul setelah Low Tuck Kwong melepas sebagian sahamnya. Pada 6 September 2025, Low Tuck Kwong menjual 33,33 juta saham BYAN di harga Rp 11.025 per saham. 

Dalam transaksi itu, pihak penjual alias Low Tuck Kwong menggunakan sekuritas PT UBS Sekuritas Indonesia. Sementara pihak pembeli menggunakan broker, PT Maybank Sekuritas Indonesia. 

Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas yang dirilis pada Rabu (7/10/2026), harga Rp 2.588 per saham BYAN mencerminkan Price Earning (PE) annualized atau PE yang disetahunkan sekitar 6,1 kali, dibandingkan 29,7 kali.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fauzan Luthfi Djamal menjelaskan, perpindahan 30% saham BYAN tidak serta-merta mengubah posisi pengendali karena Low Tuck Kwong dan Elaine Low masih mempertahankan kepemilikan signifikan.

Dia bilang belum terdapat indikasi bahwa transaksi tersebut akan diikuti kewajiban penawaran tender wajib atau perubahan susunan dewan. Dus, transaksi lebih mencerminkan perpindahan kepemilikan saham dibandingkan perubahan kendali BYAN.

 

“Perpindahan 30% saham BYAN tidak mengubah pengendalian perusahaan, karena Low Tuck Kwong tetap menjadi pengendali bersama Elaine Low dengan kepemilikan gabungan sebesar 32,255%,” tulisnya dalam riset yang dirilis pada 28 September 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×