Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga Bitcoin dan Ethereum kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Tekanan tersebut terjadi ketika pelaku pasar mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (10/9/2026) pukul 15.10 WIB, Bitcoin berada di kisaran US$ 78.128 atau turun 1,62% dalam 24 jam terakhir. Meski demikian, Bitcoin masih mencatat kenaikan tipis sebesar 0,30% dalam sepekan.
Sementara itu, harga Ethereum berada di sekitar US$ 2.473. Ethereum terkoreksi 1,82% dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 2,79% dalam sepekan terakhir.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan pergerakan tersebut menunjukkan bahwa investor perlu mencermati berbagai sentimen yang dapat memengaruhi kondisi pasar aset kripto.
Baca Juga: Leverage untuk Modal Kecil, Cara Memulai dan Contoh Aplikasinya
Sejumlah perkembangan makroekonomi turut menjadi perhatian pelaku pasar. Salah satunya adalah perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif kuat.
Melansir situs resmi Federal Reserve, The Fed dijadwalkan akan menggelar FOMC meeting pada 15-16 September 2026.
Dicermatinya, ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) kembali meningkat setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan penambahan 162.000 lapangan kerja pada Agustus.
Perubahan ekspektasi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil US Treasury dan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar aset berisiko, termasuk kripto.
Baca Juga: Punya Pengendali Baru, VISI Siapkan Transformasi ke Bisnis Kesehatan
"Pergerakan Bitcoin dan Ethereum saat ini menunjukkan bahwa pasar masih cukup dinamis. Kenaikan secara mingguan tidak serta-merta menghilangkan potensi volatilitas dalam jangka pendek. Investor perlu mencermati berbagai faktor yang dapat memengaruhi pasar sebelum mengambil keputusan,” ujar Ryan dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Lebih lanjut Ryan bilang pergerakan harga aset kripto dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi, kebijakan moneter, perkembangan geopolitik, hingga sentimen pasar.
Karena itu, perubahan harga dalam jangka pendek perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Sebab, pasar aset kripto memiliki karakteristik volatilitas yang perlu dipahami oleh investor.
"Pergerakan harga dalam jangka pendek dapat berubah seiring dengan munculnya data ekonomi maupun sentimen global. Karena itu, penting bagi investor untuk melakukan pertimbangan secara menyeluruh dan menyesuaikan keputusan dengan profil risikonya,” pungkas Ryan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














