Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Leverage salah satu fitur yang menarik perhatian trader karena memungkinkan seseorang membuka posisi dengan modal relatif kecil. Namun, leverage juga meningkatkan risiko karena keuntungan dan kerugian dapat bergerak lebih cepat.
Memahami Leverage untuk Modal Kecil
Apa itu leverage dalam trading? Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader mengendalikan posisi dengan nilai lebih besar daripada modal yang tersedia. Dengan kata lain, trader dapat menggunakan sebagian dana sebagai margin untuk membuka posisi yang memiliki nilai lebih besar.
Bagi pemula, Pintu Futures Lite menawarkan fitur trading derivatif crypto dengan tampilan yang sederhana dan alur transaksi yang lebih praktis. Trading futures dan leverage bisa dilakukan dengan modal kecil mulai dari $1, tergantung jenis kontrak dan besar leverage yang digunakan.
Dengan demikian, fitur ini dapat menjadi salah satu opsi bagi pengguna yang ingin mengenal mekanisme futures secara lebih praktis. Namun, modal kecil bukan berarti risiko yang muncul juga kecil. Ketika trader menggunakan leverage, perubahan harga aset akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap margin.
Misalnya, leverage 10x memungkinkan trader mengendalikan posisi sekitar 10 kali nilai modal yang digunakan sebagai margin. Oleh sebab itu, trader perlu memahami mekanisme posisi sebelum menentukan rasio leverage.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai penggunaan leverage dengan modal terbatas, trader juga perlu memahami konsep leverage untuk modal kecil agar dapat memperkirakan kebutuhan dana dan risiko sebelum membuka posisi
Untuk memahami cara kerja leverage tentunya kamu juga harus paham cara menghitung leverage, sehingga keputusan yang kamu ambil bisa memperoleh potensi dan menghindari resiko.
Cara Kerja Leverage dalam Trading
Pada dasarnya, leverage bekerja dengan meningkatkan daya beli atau nilai posisi berdasarkan margin yang disediakan trader. Misalnya, seseorang memiliki modal sebesar $10 dan menggunakan leverage 10x. Secara sederhana, trader tersebut dapat membuka posisi dengan nilai sekitar $100, sementara $10 menjadi bagian dari dana yang menopang posisi tersebut.
Jika harga aset bergerak sesuai arah posisi, potensi keuntungan dapat meningkat. Sebaliknya, jika harga bergerak berlawanan, kerugian juga dapat meningkat dengan lebih cepat. Karena itu, leverage tidak secara otomatis membuat trading menjadi lebih menguntungkan.
Sebagai contoh, seorang trader membuka posisi long Bitcoin senilai $100 dengan margin $10 menggunakan leverage 10x. Jika harga Bitcoin naik 5 persen, nilai posisi secara sederhana mengalami kenaikan sekitar $5 sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan faktor lainnya.
Dibandingkan margin awal sebesar $10, perubahan tersebut setara dengan sekitar 50 persen dari margin sebelum memperhitungkan biaya dan ketentuan lainnya. Sebaliknya, apabila harga Bitcoin turun 5 persen, posisi tersebut dapat mengalami kerugian sekitar $5.
Artinya, trader sudah kehilangan sekitar separuh dari margin awal. Jika harga terus bergerak melawan posisi, risiko kerugian akan semakin besar dan posisi dapat mencapai tingkat likuidasi.
Karena itu, trader tidak cukup hanya mengetahui rasio leverage. Trader juga harus memperhatikan ukuran posisi, harga masuk, stop loss, margin, biaya transaksi, serta jarak harga likuidasi. Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, trader dapat membuat keputusan yang lebih terukur.
Cara Menghitung Leverage
cara menghitung leverage dapat membantu trader memperkirakan seberapa besar posisi yang dapat dibuka berdasarkan modal atau margin yang tersedia. Secara sederhana, nilai posisi dapat dihitung dengan mengalikan margin dengan rasio leverage.
Sebagai contoh, jika trader menyediakan margin $20 dan menggunakan leverage 5x, maka nilai posisi secara sederhana dapat mencapai $100. Sementara itu, jika trader menggunakan leverage 10x dengan margin yang sama, nilai posisi dapat mencapai $200.
Perlu diingat bahwa perhitungan tersebut merupakan ilustrasi sederhana. Dalam praktiknya, platform trading dapat menerapkan aturan margin, biaya transaksi, maintenance margin, serta ketentuan kontrak tertentu.
Trader juga perlu memahami bahwa semakin besar leverage, semakin kecil ruang bagi posisi untuk bertahan ketika harga bergerak berlawanan. Dengan demikian, penggunaan leverage tinggi membutuhkan pengawasan posisi yang lebih ketat.
Contoh Aplikasi Leverage dengan Modal Kecil
Sebagai contoh, investor dapat memanfaatkan Pintu Futures Lite untuk mengenal trading futures dengan modal yang relatif kecil. Fitur trading derivatif crypto ini tersedia melalui aplikasi PINTU dengan tampilan sederhana dan alur transaksi yang lebih praktis.
Pengguna dapat melakukan trading futures dan leverage dengan modal mulai dari $1, tergantung jenis kontrak dan besar leverage yang digunakan.
Misalnya, seorang pengguna memiliki dana $20 dan ingin mencoba trading futures melalui Pintu Futures Lite. Pengguna tersebut memilih leverage 5x sehingga secara sederhana dapat membuka posisi senilai $100 dengan margin $20.
Jika harga aset bergerak naik 3 persen sesuai arah posisi, nilai posisi mengalami kenaikan sekitar $3 sebelum memperhitungkan biaya transaksi dan faktor lainnya. Sebaliknya, jika harga aset turun 3 persen, posisi tersebut mengalami perubahan negatif sekitar $3.
Kondisi ini menunjukkan bahwa leverage dapat memperbesar dampak pergerakan harga terhadap margin. Karena itu, pengguna perlu menentukan batas risiko dan memahami potensi likuidasi sebelum membuka posisi.
Leverage Bukan Jalan Pintas Raih Peluang Keuntungan
Leverage memang dapat memberikan kesempatan bagi trader dengan modal terbatas untuk mengakses posisi yang lebih besar. Namun, fitur tersebut bukan jalan pintas untuk memperoleh potensi keuntungan. Justru, semakin besar rasio leverage, semakin besar pula dampak perubahan harga terhadap margin yang digunakan.
Trader pemula sebaiknya memprioritaskan pemahaman mekanisme daripada mengejar rasio leverage yang tinggi. Mulailah dengan nominal yang dapat ditanggung risikonya, pahami cara kerja margin, dan gunakan strategi pengelolaan risiko yang konsisten.
Selain itu, trader perlu membedakan antara kemampuan membuka posisi dan kemampuan menanggung kerugian.
Kesimpulannya, leverage untuk modal kecil dapat menjadi alternatif bagi trader yang ingin mengakses trading futures dengan dana terbatas. Melalui leverage, trader dapat membuka posisi dengan nilai lebih besar daripada margin yang disediakan.
Pintu Futures Lite memberikan pengalaman trading derivatif crypto dengan tampilan sederhana dan alur transaksi yang lebih praktis. Kamu bisa mengenal trading futures dan leverage, dengan catatan bahwa jumlah minimum tersebut tetap bergantung pada jenis kontrak dan besar leverage yang digunakan.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














