Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Raffi Ahmad, PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) menyiapkan perubahan arah bisnis setelah diakuisisi oleh PT Harmoni Semesta Investama. VISI bakal bertransformasi menjadi bagian dari kelompok usaha di sektor kesehatan.
Dalam keterbukaan informasi Kamis (10/9/2026), pengendali baru menyebut pengembangan VISI merupakan bagian dari strategi membangun perusahaan induk atau holding company yang akan mengonsolidasikan kegiatan usaha kelompok usaha di sektor kesehatan.
Manajemen VISI menjelaskan pengambilalihan dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan usaha untuk mendukung ekspansi serta penguatan bisnis secara berkelanjutan.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.547 Per Dolar AS Hari Ini (10/9), Asia Bervariasi
“Pengambilalihan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi dan pengembangan usaha dalam rangka mendukung ekspansi dan penguatan bisnis secara berkelanjutan,” kata Manajemen VISI dalam keterbukaan informasi.
Manajemen VISI menyebut pengambilalihan tersebut memberikan akses lebih luas terhadap berbagai alternatif sumber pendanaan. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Saat ini, pengendali baru VISI tengah melakukan kajian dan persiapan pengembangan VISI sebagai bagian dari strategi pembentukan holding yang mengonsolidasikan bisnis kelompok usaha di sektor kesehatan.
Manajemen VISI menjelaskan, perubahan kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat dilakukan pada 2026, dengan tetap mempertimbangkan hasil kajian serta pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Langkah ini tidak semata-mata merupakan upaya ekspansi usaha, melainkan bagian dari realisasi visi strategis untuk membangun dan mengembangkan suatu perusahaan induk yang mengonsolidasi kegiatan usaha kelompok usaha di sektor kesehatan,” kata Manajemen VISI.
Baca Juga: Masih Fase Konsolidasi, Simak Prospek Saham dan Kinerja Rumahsakit Hermina (HEAL)
Setelah pengambilalihan, PT Harmoni Semesta Investama juga melaksanakan penawaran tender wajib atas saham publik VISI. Harga penawaran ditetapkan Rp 277 per saham dengan nilai maksimal Rp 325,04 miliar.
Dari sisi kinerja, VISI masih menghadapi tekanan. Penjualan per 31 Maret 2026 tercatat Rp72,74 miliar. Pada periode tersebut, VISI membukukan rugi tahun berjalan R p3,39 miliar, berbalik dari rugi Rp 201,09 juta pada kuartal pertama 2025.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














