kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.014   33,00   0,18%
  • IDX 5.859   -17,02   -0,29%
  • KOMPAS100 760   -4,63   -0,60%
  • LQ45 578   -4,21   -0,72%
  • ISSI 204   0,01   0,00%
  • IDX30 327   -2,33   -0,71%
  • IDXHIDIV20 403   -3,03   -0,75%
  • IDX80 86   -0,56   -0,64%
  • IDXV30 110   -0,66   -0,60%
  • IDXQ30 105   -0,92   -0,87%

Bitcoin Bertahan di US$67.000, Analis Nilai Pasar Masuk Fase Konsolidasi


Jumat, 20 Februari 2026 / 09:04 WIB
Bitcoin Bertahan di US$67.000, Analis Nilai Pasar Masuk Fase Konsolidasi
ILUSTRASI. Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga Bitcoin berada di kisaran US$67.000. Mengutip data CoinMarketCap pada Jumat (20/2/2026) pukul 08.47 WIB, harga Bitcoin tercatat di level US$67.234 atau naik 1,05% dalam sepekan terakhir.

Analis Reku Fahmi Almuttaqin mengatakan bahwa pada awal Ramadan harga Bitcoin sempat berada di kisaran US$66.000, turun lebih dari 45% dari rekor tertinggi US$126.000 yang dicapai pada Oktober 2025.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp 28.000 Jadi Rp 2.944.000 Per Gram, Jumat (20/2)

Tekanan tersebut menjadi salah satu fase paling menantang bagi pasar kripto sejak siklus 2022.

Pada 5 Februari lalu, Bitcoin bahkan sempat menyentuh area US$62.000 yang memicu likuidasi posisi leverage lebih dari US$2 miliar dalam sepekan.

Tekanan dari ETF dan Korelasi dengan Nasdaq

Dalam tiga bulan terakhir, dana keluar (outflow) dari ETF Bitcoin spot mencapai US$6,18 miliar.

Tekanan jual juga terjadi pada produk IBIT milik BlackRock, yang sebelumnya menjadi salah satu penopang utama arus masuk dana institusional.

Baca Juga: Asing Catat Net Buy Saat IHSG Terkoreksi, Cermati Saham yang Diborong, Kamis (19/2)

Selain itu, korelasi Bitcoin dengan indeks saham teknologi Nasdaq kini dinilai lebih kuat dibandingkan dengan emas. Kondisi ini sementara waktu mematahkan narasi Bitcoin sebagai “emas digital”.

Kekhawatiran pasar terhadap valuasi sektor kecerdasan buatan (AI) serta rotasi modal dari aset berisiko turut menambah tekanan di pasar kripto.

Peluang Rebound Masih Terbuka

Meski demikian, Fahmi menilai tekanan yang terjadi saat ini lebih mengarah pada fase konsolidasi ketimbang pelemahan fundamental industri.

Baca Juga: Bursa Asia Terkoreksi Jumat (20/2), Ikuti Wall Street di Tengah Ketegangan AS-Iran

“Untuk memulihkan tren bullish, Bitcoin perlu kembali menembus US$80.000 yang merupakan area MA 50-hari. Selama itu belum terjadi, pasar berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi. Jika support US$65.000 kembali ditembus dengan volume signifikan, area US$55.000–60.000 dapat menjadi rentang harga berikutnya,” ujar Fahmi kepada Kontan.co.id.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×