Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Binance mulai memulihkan aset pengguna yang terdampak insiden keamanan. Insiden peretasan yang mengguncang salah satu bursa kripto terbesar di dunia ini berujung pada komitmen ganti rugi jumbo.
Sebelumnya, Binance telah menyampaikan komitmennya secara terbuka untuk menanggung kerugian akibat insiden peretasan tersebut menggunakan dana perusahaan.
Seperti diketahui, Binance mengonfirmasi adanya insiden peretasan yang melibatkan transaksi penarikan aset tanpa izin pada 30 Oktober 2026. Adapun estimasi total dampak insiden keamanan tersebut mencapai sekitar US$ 6,3 miliar.
Head of Asia-Pacific (APAC) at Binance SB Seker mengatakan, saat ini Binance telah mengalokasikan dana perusahaan lebih dari US$ 6,34 miliar untuk menutup kerugian tersebut.
"Binance telah mengalokasikan dana perusahaan lebih dari US$ 6,34 miliar untuk menutup kerugian akibat insiden ini. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 5 miliar telah tersedia dalam bentuk token yang sama dengan aset yang terdampak," ujar SB Seker dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan, Sabtu (31/10/2026).
Baca Juga: Pasar Kripto Tertekan Sentimen Global dan Peretasan Binance, Ini Proyeksinya
Binance juga tengah menyelesaikan pengadaan sisa aset melalui transaksi di pasar (market channels) maupun over-the-counter (OTC).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian jenis token sekaligus menutup kekurangan aset yang terdampak. Namun, kata SB Seker, proses tersebut membutuhkan waktu lebih panjang lantaran beberapa token memiliki likuiditas rendah. Selain itu, penyelesaian transaksi OTC juga memerlukan waktu.
SB Seker bilang, alokasi dana US$ 6,34 miliar tersebut belum termasuk aset yang berhasil dibekukan maupun dilindungi. Hingga saat ini, sekitar US$ 3 miliar aset telah berhasil dibekukan berkat dukungan mitra industri.
Ia menekankan, Binance juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, penerbit token, perusahaan intelijen blockchain, serta mitra industri lainnya untuk melacak, membekukan, dan memulihkan aset tambahan.
"Kami akan terus menggunakan sumber daya perusahaan untuk menutup kekurangan aset yang telah terverifikasi dan menyampaikan perkembangan terbaru seiring berjalannya proses pemulihan," imbuhnya.
Terakhir, Binance memastikan seluruh dana pengguna nantinya akan diverifikasi secara terbuka melalui mekanisme Proof of Reserves (PoR). "Kami akan melewati badai ini," tandas SB Seker.
Baca Juga: Peretasan Binance Bayangi Pasar Kripto, Simak Prospek Bitcoin
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














