kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Pasar Kripto Tertekan Sentimen Global dan Peretasan Binance, Ini Proyeksinya


Sabtu, 31 Oktober 2026 / 09:30 WIB
Pasar Kripto Tertekan Sentimen Global dan Peretasan Binance, Ini Proyeksinya
ILUSTRASI. Kripto - Bitcoin (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Peretasan yang menimpa Binance menambah tekanan terhadap pasar kripto global. Harga Bitcoin (BTC) langsung terkoreksi pada 30 Oktober 2026, usai kabar tersebut mencuat.

Salah satu bursa kripto terbesar di dunia tersebut mengungkap, bahwa estimasi total kerugian insiden keamanan tersebut mencapai sekitar US$ 6,3 miliar.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, dampak insiden tersebut terhadap pasar kripto cenderung bersifat jangka pendek. Ia melihat respons cepat dari berbagai pihak di ekosistem kripto turut membantu meredam kepanikan.

Dari sisi pasar, Andy mencatat Bitcoin turun sekitar 2,5% dalam 24 jam ke kisaran US$ 78.000 pada 30 Oktober 2026 dan sempat menyentuh sekitar US$ 77.000. Level tersebut menjadi posisi terendah sejak September.

“Tekanan ini datang di saat sentimen sudah rapuh, karena pada 28 Oktober The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75-4% dengan dua anggota yang berbeda pendapat, sehingga harapan pelonggaran moneter dalam waktu dekat ikut tertahan,” ujar Andy kepada Kontan, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga: Wall Street Rontok Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Andy menambahkan, altcoin cenderung mengalami tekanan lebih besar dibandingkan Bitcoin ketika pasar memasuki fase penghindaran risiko. Hal ini lantaran kapitalisasi pasar altcoin relatif lebih kecil dan investor biasanya mengurangi kepemilikan aset berisiko tinggi terlebih dahulu.

Selain itu, aset yang berkaitan langsung dengan dana hasil peretasan juga perlu diwaspadai karena berpotensi dijual atau ditukar dalam jumlah besar.

Berdasarkan analisis tim Pintu Academy, usai insiden itu area US$ 78.505 menjadi level support penting Bitcoin untuk dicermati. Jika level tersebut tertembus, Bitcoin berpotensi menguji area US$ 72.928.

Sebaliknya, apabila tekanan jual mereda dan arus dana masuk ke produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) kembali positif, harga Bitcoin berpeluang pulih ke kisaran US$ 80.000.

Andy menyebut, minat investor institusi belum sepenuhnya hilang. Pada 29 Oktober, spot Bitcoin ETF masih mencatat arus masuk bersih yang dipimpin iShares Bitcoin Trust sebesar US$ 137,33 juta.

Untuk prospek hingga akhir tahun, Andy memperkirakan Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang US$ 73.000-US$ 82.000, dengan skenario dasar berupa konsolidasi.

Menurutnya, arah pasar selanjutnya akan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari hasil pemilu paruh waktu atau midterm di Amerika Serikat (AS), arah kebijakan suku bunga The Fed menjelang pertemuan Desember, perkembangan inflasi AS, hingga konsistensi arus dana institusi melalui ETF.

Baca Juga: Peretasan Binance Picu Tekanan Jual, BNB Jadi yang Paling Terdampak

Sementara itu, Ethereum (ETH) dan altcoin berkapitalisasi besar lainnya diperkirakan mengikuti arah pergerakan Bitcoin, tetapi dengan volatilitas yang lebih tinggi. Berdasarkan analisis Pintu Academy, Ethereum berpotensi bergerak pada kisaran US$ 2.178-US$ 2.768.

“Bagi investor aset kripto yang sudah memiliki niat memiliki Bitcoin untuk satu atau dua tahun ke depan, ini menjadi kesempatan buy the dip atau pun melakukan DCA. Tentu saja, pembelian dalam situasi iii. ketidakpastian seperti sekarang perlu dilakukan secara bertahap,” kata Andy.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×