kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Berusia satu dekade, berikut perkembangan pasar modal syariah Indonesia


Senin, 12 April 2021 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi (tengah)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

Dari sisi pekaku industri, terdapat peningkatan jumlah pelaku yang terlibat dalam penerbitan efek syariah, seperti penjamin emisi dan wali amanat dalam penjaminan sukuk korporasi.

"Selain itu, terdapat juga peningkatan manajer investasi yang mengelola reksadana syariah dan bank kustodian sebagai custody bagi reksadana syariah, dan perusahan efek yang menyediakan fasilitas Shariah Online Trading System (SOTS)," kata Hoesen.

Meskipun mencatatkan perkembangan positif, menurut Hoesen, terdapat beberapa hal yang perlu dioptimalkan dalam konteks pengembangan pasar modal syariah Indonesia.

Baca Juga: BEI: Ingat bibit, bobot, bebet sebelum berinvestasi

"Pilihan produk investasi syariah masih terbatas. Sampai saat ini, belum terdapat Efek Beragun Aset (EBA) dan Dana Investasi Real Estate (DIRE) syariah meski sudah ada landasan hukumnya," ungkap Hoesen.

Hoesen juga menilai, inklusi dan edukasi masyarakat tentang pasar modal syariah masih harus ditingkatkan meski berbagai upaya sudah dijalankan. Peran bank dan perusahaan efek sebagai infrastruktur penunjang juga perlu diperbanyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×