kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.908   -84,00   -0,47%
  • IDX 5.990   -19,30   -0,32%
  • KOMPAS100 769   -4,09   -0,53%
  • LQ45 590   -2,77   -0,47%
  • ISSI 209   0,10   0,05%
  • IDX30 327   -0,84   -0,26%
  • IDXHIDIV20 420   1,10   0,26%
  • IDX80 88   -0,42   -0,47%
  • IDXV30 114   0,33   0,29%
  • IDXQ30 107   -0,15   -0,14%

Superbank Berhasil Cetak Laba, Begini Rekomendasi Saham SUPA


Selasa, 23 Desember 2025 / 15:33 WIB
Superbank Berhasil Cetak Laba, Begini Rekomendasi Saham SUPA
ILUSTRASI. Pencatan Perdana Saham Superbank (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham PT Bank Superbank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami tekanan pada awal perdagangan hingga siang ini, Selasa (23/12/2025). 

Berdasarkan pantauan Kontan.co.id hingga pukul 15.12 WIB, saham SUPA terkoreksi 14,76% secara harian ke level Rp 895 per saham. Tekanan terhadap saham SUPA juga terjadi pada perdagangan sebelumnya.

Pada penutupan Senin (22/12/2025), harga saham SUPA turun 14,63% dibandingkan hari sebelumnya dan ditutup di level Rp 1.050 per saham. 

Praktisi Pasar Modal sekaligus Pendiri WH-Project, William Hartanto menilai saham SUPA memasuki tren melemah. Sebelum memutuskan apakah saham SUPA dikoleksi dalam jangka panjang atau tidak, menurut William harus dilihat dari kinerja emitennya di waktu yang akan datang. 

Baca Juga: Prospek Pemulihan Summarecon Agung (SMRA) Masih Terbuka, Begini Rekomendasi Sahamnya

“Karena saat ini pasar mungkin hanya melihat SUPA sebagai salah satu dari grup Emtek, salah satu grup konglo yang termasuk penggerak IHSG di tahun ini saja,” ucap William kepada Kontan, Selasa (23/12/2025). 

Terkait rekomendasi saham, William merekomendasikan wait and see saham SUPA. “Wait and see, masih melemah, SUPA belum membentuk support,” terang William.  

Seperti diketahui, Super Bank Indonesia mencatatkan kinerja keuangan yang membaik sepanjang tahun 2025.

Bank digital yang tergabung dalam ekosistem Grab ini membukukan laba sebesar Rp 122,4 miliar hingga November 2025.

 

Capaian tersebut berbalik arah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada November 2024, Superbank masih mencatatkan kerugian dengan total rugi mencapai Rp 388 miliar.

Perbaikan kinerja keuangan ini mencerminkan langkah konsolidasi dan ekspansi bisnis yang mulai membuahkan hasil, meski pergerakan harga saham dalam jangka pendek masih diwarnai volatilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×