Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah hingga mendekati pekan akhir Februari 2026. Dalam kondisi ini, analis rekomendasikan saham dividen tinggi seperti BMRI, PTBA, PGAS hingga TLKM dengan yield mencapai 12%. Simak target harga dan strateginya.
Per Jumat (20/2/2026), IHSG ditutup di level 8.271. Posisi ini mencerminkan koreksi 8,20% dalam sebulan terakhir dan pelemahan 4,34% sejak awal tahun (year to date/YTD). Tekanan tersebut mendorong investor mencari emiten dengan fundamental kuat dan imbal hasil dividen menarik guna menjaga stabilitas portofolio.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai strategi saham berdividen masih prospektif pada 2026. Ia menyarankan investor memprioritaskan emiten dengan dividend yield di atas 5%, terutama dari sektor perbankan dan komoditas.
Dari sektor perbankan, saham bank-bank Himbara dinilai lebih atraktif. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu pilihan utama. Emiten ini mengindikasikan akan membagikan dividen dari laba tahun buku 2025 dengan dividend payout ratio (DPR) sekitar 78%.
Sepanjang 2025, Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 56,3 triliun atau tumbuh 0,93% secara tahunan (yoy). Dengan asumsi DPR 78%, total dividen yang berpotensi dibagikan mencapai sekitar Rp 43,9 triliun.
Baca Juga: BEI Bakal Evaluasi FCA, Begini Dampaknya bagi Pasar Saham Indonesia
Saham Komoditas Masih Undervalued
Selain perbankan, saham berbasis komoditas juga dinilai menarik secara valuasi. Beberapa emiten bahkan masih tergolong undervalued sehingga menawarkan kombinasi dividend yield tinggi dan potensi capital gain.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat DPR 75,04% dengan dividend yield sekitar 12,69%. Sementara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memiliki DPR 80,57% dengan dividend yield 8,31%.
Tonton: Donald Trump Berulah Lagi, Mengerek Tarif dari 10% Menjadi 15% Dalam Sehari
Sektor Prospektif 2026
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menilai sektor perbankan tetap prospektif pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, kualitas aset yang terjaga, serta arah suku bunga yang lebih stabil.
Sektor energi akan sangat bergantung pada pergerakan harga komoditas dan kebijakan pemerintah, sedangkan sektor konsumer didukung oleh daya beli masyarakat.
Menurutnya, peluang masuk pasar masih terbuka lebar selama investor memperhatikan valuasi dan menerapkan strategi akumulasi bertahap berbasis fundamental, bukan sekadar momentum jangka pendek.
Tonton: Perubahan Status ANTM dan PTBA Serta Dorong Program Hilirisasi, Simak Langkah Mind Id
Indeks HDIV20 Bisa Jadi Acuan
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai konstituen indeks High Dividend 20 (HDIV20) dapat menjadi referensi awal memilih saham dividen.
Indeks ini telah menyaring emiten berdasarkan likuiditas dan kapitalisasi pasar, bukan hanya dividend yield. Mayoritas diisi bank besar dan emiten infrastruktur, terutama subsektor telekomunikasi yang kinerjanya relatif stabil.
Sentimen positif datang dari normalisasi suku bunga domestik dan stimulus fiskal pemerintah, meskipun terdapat potensi tekanan dari normalisasi harga komoditas global.
Tonton: Tarif Trump Dibatalkan Mahkamah Agung AS, Prabowo: Kita Siap Hadapi Segala Kemungkinan
Momentum Pembagian Dividen Masih Terbuka
Investor dinilai belum terlambat masuk. Mayoritas pembagian dividen terjadi pada akhir Maret hingga Mei 2026. Artinya, masih ada peluang mengamankan dividend yield sekaligus potensi capital gain.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Berikut rekomendasi analis:
- PGAS: Buy, target harga Rp 2.630
- BMRI: Accumulative Buy, target Rp 6.200 (Mirae Asset)
- PTBA: Add, target Rp 2.980
Rekomendasi dari KISI:
- BMRI: Rp 6.300
- TLKM: Rp 4.200
- ASII: Rp 7.800
- PTBA: Rp 3.400
Tonton: Pertamina Pastikan Impor Energi US$15 Miliar dari AS Tetap Lewat Tender
Sementara Kiwoom Sekuritas merekomendasikan:
- BBRI: Akumulasi, target Rp 4.500
- BMRI: Akumulasi, target Rp 5.950
Dengan volatilitas pasar yang masih tinggi, saham dividen tinggi dari sektor perbankan dan komoditas berpotensi menjadi jangkar stabilitas portofolio investor pada 2026.
Selanjutnya: Laporan Gempa Thailand 6.5 Magnitudo Ditarik, Ini Alasannya!
Menarik Dibaca: Panduan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Purbalingga 2026, Catat ya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)