Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji efektivitas insentif perpajakan bagi emiten untuk meningkatkan manfaat sekaligus mendorong lebih banyak perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menuturkan kajian tersebut dilakukan bersama PT Dimensi International Tax atau DDTC untuk mengevaluasi efektivitas insentif pajak yang selama ini diberikan kepada perusahaan tercatat.
“BEI bersama dengan PT Dimensi International Tax telah menyelesaikan kajian untuk mengevaluasi efektivitas insentif pajak bagi perusahaan tercatat,” jelasnya dalam acara Peluncuran Go Public Academy for SME di Main Hall BEI, Senin (2/11/2026). .
Baca Juga: IHSG Menguat 0,95% ke 5.105 Sesi I, Top Gainers LQ45: DEWA, INDY, BUMI, Senin (2/11)
Dia bilang kajian tersebut berfokus pada empat pilar insentif perpajakan. Di mana, saat ini emiten yang memenuhi persyaratan tertentu berhak memperoleh fasilitas pengurangan tarif pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 3% dari tarif normal.
“Kami tentu berharap kajian yang berfokus pada empat pilar insentif ini akan dapat menjadi penguatan bagi perusahaan-perusahaan calon maupun perusahaan tercatat,” kata Jeffrey. .
Menurut dia, optimalisasi insentif perpajakan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik pasar modal bagi perusahaan yang membutuhkan alternatif pendanaan untuk mengembangkan bisnisnya.
Selain insentif pajak, BEI juga terus mendorong perusahaan memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, transparansi, serta kesiapan menghadapi berbagai kewajiban sebagai perusahaan publik.
Baca Juga: Segmen DOC dan Livebird Topang Kinerja Japfa (JPFA) di Tengah Tekanan Beban Bunga
Namun Jeffrey menegaskan pihaknya tidak hanya berupaya meningkatkan jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), tetapi juga memastikan kualitas calon perusahaan tercatat.
“Fokus kami bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














