kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BEI belum berencana melakukan suspensi atas BNBR, BUMI, dan BRAU


Kamis, 18 November 2010 / 12:32 WIB
ILUSTRASI. Alat berat Hexindo


Reporter: Abdul Wahid Fauzie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aksi tukar guling saham yang dilakukan oleh PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan Vallar Plc belum membuat bursa bertindak. Otoritas perdagangan pasar modal ini belum memiliki rencana untuk menghentikan perdagangan sementara saham ini.

"Kami belum memiliki keperluan untuk mensuspend BUMI, BRAU, dan BNBR," kata Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddi Sugito. Menurut Eddi, aturan pasar modal Indonesia dengan London sangatlah berbeda. Eddi baru akan mensuspend emiten tersebut jika informasi yang disampaikan tidak memadai.

Menurut Eddi, transaksi yang dilakukan oleh emiten ini tidak mengalami perubahan yang signifikan terhadap struktur pemegang saham perusahaan itu. "Kalau BRAU dijual 75%, itu kan belum tentu berdampak pada perusahaannya," tegasnya.

Seperti yang diberitakan www.kontan.co.id sebelumnya, Vallar Plc, sebuah perusahaan berbasis di London ini diberhetikan perdagangannya oleh bursa London. Hal ini lantaran perusahaan dipimpim oleh Nathaniel Rothschild, menyatakan akan membeli 75% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan 25% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Total nilai akuisisi itu mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun. Vallar akan membayar transaksi ini dengan dua instrumen, yakni dana tunai dan saham baru. Artinya, selain dana tunai, pemilik saham BRAU dan BUMI yang melepas sahamnya akan memperoleh saham Vallar sebagai penukar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×