kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Begini Dampak Krisis Evergrande Terhadap Kinerja Emiten di Tanah Air


Selasa, 30 Januari 2024 / 21:07 WIB
Begini Dampak Krisis Evergrande Terhadap Kinerja Emiten di Tanah Air
ILUSTRASI. Seorang pengunjung berfoto di depan Castle Hotel di pulau buatan Ocean Flower Island, resor terintegrasi yang dikembangkan oleh China Evergrande Group, di Danzhou, provinsi Hainan, China, 7 Januari 2022.?REUTERS/Aly Song


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, krisis Evergrande sudah terjadi cukup lama dan puncaknya terjadi pada masa Pandemi Covid-19.

“Namun, untungnya kinerja fundamental sektor properti Tanah Air masih relatif bagus dan diikuti oleh tightening monetary policy dari Bank Indonesia (BI),” ujarnya kepada Kontan, Selasa (30/1).

Nafan melihat, kinerja emiten baja Tanah Air juga masih tertekan di tengah krisis Evergrande. Hal ini disebabkan oleh adanya impor baja yang membuat persaingan pasar baja domestik tinggi.

Baca Juga: Tengok Prediksi IHSG dan Saham-Saham Pilihan Analis untuk Selasa (30/1)

“Di sisi lain, rata-rata emiten baja juga masih small caps to mid caps, sehingga secara teknikal, sahamnya pun tidak terlalu likuid,” tuturnya.

Nafan pun merekomendasikan accumulate untuk SMRA, BSDE, dan PANI dengan target harga masing-masing Rp 625 per saham, Rp 1.120 per saham, dan Rp 5.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×