kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Jelang Long Weekend, IHSG Diproyeksikan Menguat Kamis (2/4)


Rabu, 01 April 2026 / 19:42 WIB
Jelang Long Weekend, IHSG Diproyeksikan Menguat Kamis (2/4)
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini parkir di zona hijau. Di hari pertama bulan April 2026.

IHSG naik 1,92% atau bertambah 136,21 poin ke level 7.184,43 pada penutupan perdagangan hari ini, Rabu (1/4/2026).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini sebesar 21,14 miliar dengan nilai transaksi Rp 16,27 triliun. Sebanyak 475 saham menguat jadi penopang IHSG, 209 saham melemah dan 135 saham stagnan. 

Baca Juga: IHSG Hijau Pasca Rilis Data Inflasi Maret 2026, Simak Prospeknya Bulan April 2026

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG ditutup menguat hari ini di tengah pergerakan besarnya yang masih downtrend. 

Penguatan ini sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia yang juga menguat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan pernyataan bahwa militer AS akan pergi dari Iran dalam jangka waktu 2-3 minggu ke depan. 

“Di sisi lain, pergerakan harga komoditas emas juga menguat cukup signifikan meskipun nilai tukar Rupiah melemah terhadap dolar AS,” katanya kepada Kontan, Rabu (1/4/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda melihat, penguatan IHSG hari ini terjadi setelah indeks sempat mengalami tekanan dalam beberapa hari sebelumnya, sehingga lebih bersifat technical rebound.

Sentimen global menjadi pendorong utama hari ini, khususnya penguatan bursa Wall Street yang dipicu oleh optimisme meredanya tensi konflik antara AS-Iran. 

“Harapan de-eskalasi ini meningkatkan risk appetite investor terhadap aset berisiko, termasuk pasar saham emerging market seperti Indonesia,” ujarnya kepada Kontan.

Dari domestik, pasar turut merespons sejumlah data ekonomi. PMI manufaktur Indonesia turun ke level 50,1 yang mengindikasikan ekspansi yang mulai terbatas. 

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp 16.983, Tekanan Eksternal dan Domestik Masih Membayangi

Surplus neraca perdagangan juga mengalami penurunan secara tahunan. Sementara itu, inflasi Maret yang lebih rendah dari bulan sebelumnya memberikan ruang stabilitas daya beli.

“Namun demikian, perlu dicermati bahwa investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 162 miliar, terutama pada saham-saham perbankan,” katanya.

Herditya memperkirakan, IHSG bisa menguat terbatas dengan support 7.157 dan resistance 7.272 pada perdagangan esok (2/4). Hal itu dipengaruhi oleh akhir pekan panjang dan juga investor masih mencermati perkembangan Timur Tengah. 

Investor besok disarankan Herditya untuk mencermati saham ARCI dengan target harga Rp 1.625 - Rp 1.720 per saham, BBYB Rp 316 - Rp 346 per saham, dan INET Rp 306 - Rp 350 per saham.

Sementara, Reza memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan kisaran pergerakan di area support 7.122–7.150 dan resistance 7.200–7.300 pada perdagangan Kamis.

Sentimen global masih menjadi faktor utama, terutama perkembangan lanjutan terkait konflik geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan potensi berakhirnya konflik dalam beberapa pekan ke depan menjadi katalis positif bagi pasar. 

“Jika narasi de-eskalasi terus berlanjut, maka peluang penguatan lanjutan IHSG masih terbuka,” ungkapnya.

Dari dalam negeri, pasar akan mencermati kebijakan pemerintah terkait stabilitas harga energi di tengah kenaikan harga global.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham BRPT, ESSA, BWPT untuk Kamis (2/4)

Keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM serta kebijakan work from home satu hari dalam sepekan menjadi sentimen penopang daya beli dan aktivitas ekonomi.

“Selain itu, rilis laporan keuangan emiten tahun buku 2025 juga berpotensi menjadi katalis tambahan yang mendorong pergerakan sektoral di pasar,” tuturnya.

Untuk besok, Reza pun merekomendasikan buy untuk VKTR, DEWA, dan BULL dengan target harga masing-masing Rp 860 – Rp 920 per saham, Rp 525 – Rp 565 per saham, dan Rp 428 – Rp 440 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×