kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.893   11,00   0,06%
  • IDX 6.305   -68,49   -1,07%
  • KOMPAS100 825   -11,01   -1,32%
  • LQ45 626   -7,40   -1,17%
  • ISSI 218   -1,80   -0,82%
  • IDX30 350   -3,85   -1,09%
  • IDXHIDIV20 426   -3,16   -0,74%
  • IDX80 94   -1,19   -1,25%
  • IDXV30 118   -0,66   -0,56%
  • IDXQ30 111   -1,03   -0,92%

Banyak aksi private placement, ini kata analis


Kamis, 29 Mei 2014 / 19:47 WIB
ILUSTRASI. Jika ketentuan demutualisasi diberlakukan, berarti pemegang saham BEI tidak lagi sebatas anggota bursa. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Aksi mendulang dana dengan cara menerbitkan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias private placement gencar dilakukan emiten. Beberapa emiten yang siap melakukan private placement diantaranya PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Provident Agro Tbk (PALM), dan PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM).

Aksi korporasi dari emiten ini perlu menjadi perhatian investor. Soalnya, belum tentu private placement membawa dampak baik buat emiten.

Supriyadi, Kepala Riset OSO Securities mengatakan, private placement merupakan cara tercepat menggalang dana. Namun, ada beberapa hal yang perlu dicermati.

Pertama adalah prospek fundamental emiten. Karena investor tak memiliki hak untuk menyerap saham baru, maka perlu diperhatikan, apakah pendanaan dari aksi ini akan membuat prospek fundamentalnya semakin bagus. 

Dia memberi contoh, aksi private placement PWON akan membawa dampak positif untuk perseroan karena dananya bakal digunakan untuk ekspansi. Begitu pun yang dilakukan oleh TOWR. Terutama karena kedua emiten tersebut juga memiliki kinerja keuangan yang lumayan moncer. 

"Sebenarnya emiten ini hanya butuh dana cepat, dan juga lebih mudah dibandingkan jika menerbitkan surat utang," jelas Supriyadi, Kamis (29/5).

Kedua, investor harus mencermati siapa pembeli strategis saham baru tersebut. Soalnya, banyak emiten yang hanya ingin mengambil kesempatan untuk backdoor listing perusahaan lain. Padahal, belum tentu perusahaan tersebut akan membawa kinerja baik buat emiten. 

Aksi korporasi ini bisa mempengaruhi pergerakan harga saham emiten. Jika harga yang ditawarkan cukup premium, biasanya harga saham akan mengikuti pergerakan ke atas. "Tetapi belum tentu juga akan berdampak ke pergerakannya. Tetap saja akan tergantung fundamental," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×