kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Bank Sentral Global Terus Tambah Cadangan Emas, Efek Dedolarisasi?


Rabu, 04 Februari 2026 / 15:21 WIB
Bank Sentral Global Terus Tambah Cadangan Emas, Efek Dedolarisasi?
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/GERMANY GOLD (REUTERS/Angelika Warmuth)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. World Gold Council (WGC) mencatat adanya tren pembelian emas yang semakin kuat di kalangan bank sentral global dalam beberapa tahun terakhir. 

Fenomena ini sering dikaitkan dengan isu dedolarisasi, meski WGC menilai motif di balik langkah tersebut lebih beragam.

Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks WGC, Shaokai Fan mengatakan, bank sentral di berbagai negara telah secara konsisten menambah cadangan emasnya dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. 

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.777 Per Dolar AS Hari Ini 3/12), Asia Bervariasi

“Kami melihat pergerakan yang cukup besar ke emas dari bank sentral selama empat hingga lima tahun terakhir. Sebenarnya, bank sentral sudah membeli emas selama 15 tahun,” ujar Shaokai usai media breafing Gold Demand Trends Q4 & Full-Year 2025 di Jakarta (4/2/2026).

Terkait apakah langkah tersebut merupakan bentuk langkah dedolarisasi dari dolar AS ke emas, Shaokai menilai hal tersebut sulit dipastikan. Namun, ia menegaskan bahwa minat bank sentral terhadap emas tetap sangat kuat secara keseluruhan.

Menurutnya, ada sejumlah alasan yang mendorong bank sentral meningkatkan kepemilikan emas. Salah satunya adalah keinginan untuk mengurangi eksposur terhadap dolar AS, diversifikasi portofolio, sekaligus memperkuat ketahanan sistem keuangan masing-masing negara.

Melansir laporan WGC, tercatat permintaan bersih emas bank sentral meningkat menjadi 230 ton pada kuartal IV-2025, naik 6% dari 218 ton pada kuartal sebelumnya. 

Pembelian pada kuartal IV-2025 ini mendorong total permintaan sepanjang tahun 2025 menjadi 863 ton. 

Kinerja yang kuat sepanjang 2025 ini menutup satu tahun yang ditandai dengan pembelian aktivitas yang berkelanjutan, meskipun harga emas mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga: Dirut Indonesia Tobacco (ITIC) Djonny Saksono Tambah 188.800 Saham, Ini Tujuannya

Ke depan, WGC memperkirakan peran emas dalam cadangan devisa bank sentral global akan tetap signifikan, seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian dan geopolitik global.

Selanjutnya: KPK Lakukan OTT di Jakarta dan Banjarmasin Hari Ini, Rabu (4/2)

Menarik Dibaca: Hasil BATC 2026: Babak Penyisihan, Tim Putri Indonesia Kandaskan Hong Kong 4 - 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×