kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank sentral fokus redam inflasi, rupiah mendekati level terkuat empat tahun


Rabu, 30 Maret 2011 / 11:28 WIB
ILUSTRASI. Pialang mengamati layar pergerakan saham di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rupiah diperdagangkan di dekat level terkuatnya hampir empat tahun terakhir, setelah bank sentral mengatakan akan membiarkan penguatan rupiah. Penguatan mata uang Garuda ini diharapkan bisa menahan laju inflasi.

Ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi, pada 1 April nanti, pemerintah akan melaporkan harga di tingkat konsumen naik 6,99% per Maret. Sedikit di bawah kenaikan per Januari yang mencapai 7,02%.

Pada 25 Maret lalu, Direktur riset ekonomi Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut, BI bertujuan mengurangi inflasi dari impor melalui penguatan mata uang.

"Investor merasa Bank Indonesia serius memerangi inflasi," kata Mika Martumpal, analis pasar dari PT Bank Commonwealth.

Hingga pukul 11.15 WIB, rupiah di pasar spot diperdagangkan di level Rp 8.713 per dollar AS, atau berada di dekat level penutupan kemarin di Rp 8.711 per saham. Bahkan, pada perdagangan pagi pukul 08.10, rupiah sempat menguat di level Rp 8.710 per dollar AS. Ini mendekati level terkuat sejak Mei 2007.

Indonesia terakhir menaikkan tingkat bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,75% pada Februari. Ini kenaikan pertama sejak Oktober 2008. Para pembuat kebijakan selanjutnya akan mengadakan pertemuan untuk meninjau suku bunga pada 12 April.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×