kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank Indonesia kembali pangkas suku bunga, analis rekomendasikan saham bank BUKU IV


Minggu, 25 Agustus 2019 / 12:46 WIB
Bank Indonesia kembali pangkas suku bunga, analis rekomendasikan saham bank BUKU IV
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia

Reporter: Yasmine Maghfira | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (22/8) lalu, memutuskan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 day reverse repo rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5%. Sebelumnya, BI memangkas suku bunga acuannya dari 6% menjadi 5,75% pada Juli 2019 lalu. Artinya, sudah dua kali suku bunga acuan diturunkan pada tahun ini.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan penurunan suku bunga acuan tentu menjadi sentimen positif untuk emiten perbankan. Sebab, Nafan menilai penyaluran kredit perbankan berpotensi akan meningkat.

Secara teknikal, hal itu juga terbukti dari pergerakan saham sektor keuangan yang meningkat setelah BI mengumumkan keputusan kebijakan moneternya.

Baca Juga: Begini nasihat Lo Kheng Hong saat harga saham turun

"Rabu dan Kamis kemarin, saham-saham emiten mengalami pelemahan menjelang hasil Rapat Dewan Gubernur BI. Pelaku investor menunggu. Namun, usai pengumuman penurunan suku bunga, otomatis terjadi kenaikan pada sektor keuangan," ujar Nafan kepada kontan.co.id, Jumat (23/8).

Nafan menambahkan kenaikan saham sektor keuangan rata-rata ditopang oleh bank-bank BUKU IV. Ia memproyeksi saham emiten perbankan khususnya bank BUKU IV akan memiliki prospek yang bagus.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pada Jumat (23/8), indeks sektor keuangan naik 0,06% atau setara 0,69 poin. Sementara, pada Kamis (22/8), indeks tersebut juga menguat 0,29% atau 5,8 poin. 

Baca Juga: Harga saham emiten bank kecil meningkat pesat, ini rekomendasi analis

Data BEI juga mencatatkan saham bank-bank buku IV yang menguat usai pengumuman BI, antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 0,49% di level Rp 4.070 per saham, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) stagnan di level Rp 7.225 per saham, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 0,33% di level Rp 7.600 per saham, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 0,42% ke level Rp 30.000 per saham, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Tbk naik 0,47% di level Rp 1.065 per saham, dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) menguat 0,68% Rp 1.470 per saham.

Meski harga sejumlah saham bank sudah naik, Nafan menilai masih ada peluang harga saham emiten perbankan kembali naik. Namun, hal itu bergantung dengan kinerja fundamentalnya.

"Secara PBV, sudah naik tinggi. Akan tetapi, selama bank bisa meningkatkan kinerja yang positif serta berkomitmen dalam membagikan dividen, maka investor akan terus mengapresiasi," tambah Nafan.

Vice President Artha Sekuritas Frederick Rasali menambahkan kenaikan harga saham bank tergantung dari kondisi pasar. Apabila pertumbuhan bank masih cukup kuat, Frederick menilai peningkatan harga masih bisa sejalan dengan kondisi fundamental sehingga memungkinkan untuk terus naik. Namun jika pertumbuhan bank tersebut lambat, harga saham justru akan turun. 

Frederick juga mengatakan emiten perbankan selalu menjadi pilihan selama ekonomi Indonesia berkembang, terlebih lagi dengan Bank BUKU IV. Namun, ia menyatakan jika valuasi terlalu tinggi, investor justru kurang berminat terhadap bank tersebut.

"Dalam berinvestasi dengan saham perbankan rasio PBV, RoE, dan juga NIM bank terebut harus selalu diperhatikan," kata Frederick.

Menurut Nafan, para pelaku pasar dan investor akan semakin tertarik dengan emiten bank ketika mereka juga berkomitmen untuk menurunkan atau menjaga non performing loan (NPL) tetap rendah. Sebab, hal itu dinilai dapat mendorong stimulus penyaluran kredit bank menjadi meningkat. 

Oleh karena itu, baik Nafan ataupun Frederick sama-sama merekomendasi beli saham emiten perbankan. Frederick merekomendasi beli saham bank BUKU IV seperti PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Alasannya karena rasio PBV ketiga emiten tersebut yang masing-masing 0,89x; 1,24x; dan 0,65x. 

Sementara, Nafan merekomendasikan akumulasi beli saham BBNI dan BBTN.




TERBARU

Close [X]
×