CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Banjir di Malaysia juga menghanyutkan saham-saham berbasis CPO


Selasa, 08 Februari 2011 / 15:54 WIB
ILUSTRASI. MENGAIS REJEKI LEWAT FOTO PRESIDEN


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham-saham berbasis crude palm oil (CPO) hari ini dilanda aksi jual. Penurunan terbesar di sektor agrikultur ini dipimpin oleh PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP). Pada pukul 15.45, saham UNSP tergerus 2,90% menjadi Rp 335.

Sejumlah saham CPO lainnya yang juga melorot antara lain: PT Astra Agro Lestari (AALI) yang turun 2,64% menjadi Rp 22.150, BW Plantation (BWPT) turun 0,84% menjadi Rp 1.180, dan PT Gozco Platations (GZCO) yang turun 1,18% menjadi Rp 420.

Penurunan harga saham CPO ini disinyalir mengikuti anjloknya kontrak harga CPO dunia. Asal tahu saja, sudah dua hari belakangan, harga CPO melorot seiring banjir yang melanda sejumlah perkebunan CPO utama di Malaysia.

Pagi tadi, kontrak harga CPO untuk pengantaran April turun 1,3% menjadi 3.816 ringgit atau US$ 1.258 per ton di Malaysia Derivatives Exchange. Pada pukul 16.20 waktu Kuala Lumpur, kontrak yang sama berada di posisi 3.849. Sementara kemarin, harga CPO sudah turun 0,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×