kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Empat Reformasi Pasar Modal Tuntas, Penurunan Bobot di MSCI Membayangi


Jumat, 03 April 2026 / 05:00 WIB
Empat Reformasi Pasar Modal Tuntas, Penurunan Bobot di MSCI Membayangi
ILUSTRASI. Papan digital menampilkan pergerakan perdagangan saham di BEI (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (BEI) telah menuntaskan empat agenda reformasi pasar modal sesuai dengan yang diajukan ke MSCI.

Yakni, pertama, penyediaan data kepemilikan saham perusahaan terbuka di atas 1% kepada publik. Kedua, peningkatan kualitas data investor melalui granularitas klasifikasi investor.

Ketiga, kenaikan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15%. Dan keempat, pengumuman saham high shareholding concentration (HSC).

Namun aksi ini berpotensi MSCI memangkas bobot saham Indonesia di indeksnya. 

Pjs. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik menjelaskan ada kemungkinan saham yang sudah masuk dalam indeks global akan dikeluarkan atau diturunkan bobotnya usai transparansi yang dilakukan.

“Jadi bisa saja ada potensi, misalnya potensi penurunan bobot untuk saham-saham Indonesia, baik dari hasil analisis granularity maupun high shareholding concentration,” katanya, Kamis (2/4/2026). 

Baca Juga: BEI Rilis 4 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, Ini Daftarnya

Hanya saja, Jeffrey meyakini dalam jangka panjang akan baik bagi pasar saham Indonesia dan akan membuat bobot saham-saham Indonesia akan menjadi jauh lebih tinggi di masa mendatang. 

“Tentu pasar akan punya mekanisme untuk melihat dan pasar selalu forward looking. Kalau pasar meyakini dalam jangka panjang ini suatu yang baik, saya kira pasar akan respon positif,” tuturnya. 

Menurut Jeffrey, terlepas dari potensi penurunan bobot, bisa saja pasar akan bereaksi positif. Jeffrey menegaskan apa yang dilakukan BEI bersama OJK ini bukan membuat pasar naik atau turun. 

Berdasarkan catatan IPO Platinum Club, saham yang berada dalam indeks MSCI dan masuk dalam daftar high shareholding concentration berpotensi langsung dikeluarkan oleh MSCI dari indeks dan tidak bisa lagi masuk dalam waktu 12 bulan. 

“Bagi saham baru yang masuk ke dalam high shareholding concentration akan dipastikan tidak bisa masuk ke dalam indeks MSCI,” tulis tim analis IPO Platinum Club dalam catatannya, Kamis (2/4/2026). 

Pengamat Pasar Modal Hendra Wardana menilai pengumuman high shareholding concentration sangat penting karena ini memberikan peringatan kepada investor bahwa suatu saham dimiliki oleh segelintir pihak, sehingga risikonya tinggi. 

Menurutnya, dalam jangka panjang, kebijakan ini akan membuat kualitas emiten di bursa meningkat karena emiten dipaksa untuk memiliki struktur pemegang saham yang lebih sehat dan free float yang lebih besar. 

“Jika kualitas emiten meningkat dan likuiditas meningkat, maka valuasi pasar juga bisa meningkat karena investor asing biasanya berani membayar lebih mahal untuk pasar yang transparan dan likuid,” katanya kepada Kontan, Kamis (2/4/2026). 

Baca Juga: OJK Yakin MSCI Tak Turunkan Status Pasar Modal Indonesia Menjadi Frontier Market

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×