kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Bajatama derita rugi bersih Rp 4,98 miliar di kuartal I 2018


Minggu, 06 Mei 2018 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA)


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Saranacentral Bajatama Tbk membukukan kinerja negatif sepanjang tiga bulan pertama tahun 2018. Pada periode tersebut, perusahaan berkode emiten BAJA ini mencatatkan rugi bersih, meski dari segi pendapatan usaha perusahaan mengalami peningkatan kinerja.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, pada kuartal I-2018 BAJA berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 321,24 miliar, naik 15,85% dibanding pendapatan usaha kuartal I-2017 yang sebesar Rp 277,27 miliar.

Berdasarkan jenis produk, hampir seluruh produk BAJA mencatatkan penurunan penjualan. Produk Galvanis tercatat mampu meraup pendapatan sebesar Rp 140,11 miliar, turun 8,72% dari pencapaian kuartal I-2017 yang sebesar Rp 153,51 miliar. Produk coloring tercatat meraih pendapatan Rp 5,9 miliar, turun 48,55% dibanding kuartal I-2017.

Sementara, produk yang mencatatkan kenaikan pendapatan adalah Saranalum yang mencatatkan pendapatan Rp 176,16 miliar, naik 59,28% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar Rp 110,6 miliar.

Meski pendapatan usaha mengalami peningkatan, namun di kuartal I-2018 perusahaan membukukan serangkaian kenaikan beban. Beban pokok penjualan misalnya, tercatat mencapai Rp 314,15 miliar, naik 17,37% dibanding kuartal I-2017. Selain itu, total beban usaha juga meningkat 3,92% menjadi Rp 3,92 miliar. Tak pelak kenaikan sejumlah beban ini akhirnya menggerus laba usaha BAJA menjadi hanya Rp 3,17. Padahal, di kuartal I-2017 perusahaan masih bisa mencatatkan laba usaha Rp 5,84 miliar.

Tak hanya beban pokok penjualan dan beban usaha saja yang menggerus kinerja BAJA, melainkan juga tekanan dari nilai tukar. Pada kuartal I-2018, BAJA mengalami kerugian kurs mata uang asing sebesar Rp 7,53 miliar. Padahal, di kuartal I-2017, BAJA mencatatkan keuntungan dari kurs mata uang asing ini sebesar Rp 4,29 miliar.

Serangkaian beban ini membuat kinerja laba bersih perusahaan terpukul, sehingga pada kuartal I-2018 BAJA mencatatkan rugi bersih mencapai Rp 4,98 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×