kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.096   61,00   0,34%
  • IDX 6.131   -55,20   -0,89%
  • KOMPAS100 800   -7,14   -0,88%
  • LQ45 608   -4,53   -0,74%
  • ISSI 212   -1,96   -0,92%
  • IDX30 342   -2,78   -0,81%
  • IDXHIDIV20 423   -3,94   -0,92%
  • IDX80 91   -0,74   -0,80%
  • IDXV30 116   -0,67   -0,57%
  • IDXQ30 110   -0,83   -0,75%

IHSG Turun 0,89%, Pelemahan Rupiah dan The Fed Tekan Sentimen Investor


Selasa, 28 Juli 2026 / 19:24 WIB
IHSG Turun 0,89%, Pelemahan Rupiah dan The Fed Tekan Sentimen Investor
ILUSTRASI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (28/7/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Penulis: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (28/7/2026).

Tekanan terhadap pasar saham domestik dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang semakin mendekati level terendah sepanjang masa, ditambah meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda penting global dan domestik.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup melemah 0,89% ke level 6.130,59. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti yang terkoreksi 3,25%. Sementara itu, sektor barang konsumsi non-siklikal menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,52%.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Indonesia menilai pelemahan IHSG tidak terlepas dari tekanan yang terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Rupiah Dekati Rekor Terendah, Transisi BI dan The Fed Jadi Sorotan

“Rupiah ditutup melemah 0,41% di level Rp18.083 per dolar AS dan mendekati level terendah sepanjang masa, seiring penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan The Fed,” jelasnya kepada Kontan, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, selain sentimen eksternal, pelaku pasar juga masih bersikap hati-hati terhadap perkembangan di dalam negeri. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah belum adanya kepastian terkait penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif.

Dari sisi analisis teknikal, Phintraco Sekuritas juga melihat ruang pelemahan IHSG masih terbuka.

“Histogram MACD menyempit dan Stochastic RSI melemah di area pivot, sehingga IHSG diperkirakan akan menguji level 6.050-6.100,” imbuhnya.

Senada, Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai tekanan jual masih mendominasi pergerakan IHSG dan menandai berakhirnya fase konsolidasi jangka pendek.

“IHSG ditutup terkoreksi 0,89% dan masih didominasi oleh tekanan jual, di mana pergerakan IHSG mengakhiri fase konsolidasi dalam jangka pendeknya,” ujar Herditya.

Baca Juga: Laba Unilever Indonesia (UNVR) Naik 37,7%, Analis Sebut Momentum Pemulihan Berlanjut

Ia menjelaskan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS serta mayoritas bursa saham Asia yang juga bergerak di zona negatif menjadi faktor utama yang membebani pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

Untuk perdagangan Rabu (29/7/2026), Herditya memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi.

“Kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support di 6.107 dan resistance di 6.180,” katanya.

Selain itu, investor juga masih menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga global dan memengaruhi sentimen pasar keuangan, termasuk di Indonesia.

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas menilai tekanan eksternal turut berasal dari pelemahan harga minyak mentah di tengah pembahasan mengenai jalur pelayaran Selat Hormuz. Kondisi tersebut menambah ketidakpastian di pasar global.

Meski demikian, ketidakpastian domestik, khususnya terkait arah kebijakan Bank Indonesia dan pelemahan nilai tukar rupiah, dinilai masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan pasar saham dalam jangka pendek.

Baca Juga: Laba MIDI Tumbuh 24%, Analis Yakin Bisnis Minimarket Solid & Valuasinya Murah

Rekomendasi Saham

Untuk strategi perdagangan jangka pendek, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati investor, yakni:

  • PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada kisaran harga Rp1.550-Rp1.615 per saham.

  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) pada kisaran harga Rp7.075-Rp7.225 per saham.

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pada kisaran harga Rp2.390-Rp2.600 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×