kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Arah rupiah menunggu sinyal Bank Indonesia


Selasa, 23 April 2019 / 17:29 WIB
Arah rupiah menunggu sinyal Bank Indonesia


Reporter: Dimas Andi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs spot rupiah melemah tipis 0,1% ke level Rp 14.080 per dollar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini (23/4). Pelemahan juga terjadi pada kurs tengah rupiah di Bank Indonesia sebesar 0,17% ke level Rp 14.080 per dollar AS.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan, pergerakan rupiah cenderung terbatas lantaran data ekonomi eksternal terbilang minim akibat libur Paskah.

Praktis, pelemahan rupiah lebih didorong oleh sentimen kenaikan harga minyak dunia yang disebabkan kebijakan AS yang kembali melarang negara-negara lain mengimpor minyak dari Iran. “Kenaikan harga minyak bisa memicu defisit neraca dagang bagi Indonesia di kemudian hari,” ujar dia.

Di samping itu, rupiah juga sulit bergerak menguat akibat sikap sebagian investor yang masih wait and see terhadap hasil pemilu. Walau publik sudah mengetahui hasil pemilu sementara lewat metode hitung cepat, aksi saling klaim kemenangan dari masing-masing kubu capres-cawapres membuat investor cenderung menahan diri.

Lebih lanjut, pergerakan rupiah kemungkinan akan kembali terbatas pada perdagangan Rabu (24/4) besok. Ruang penguatan rupiah kemungkinan baru akan terjadi setelah Rapat Dewan Gubernur BI usai pada Kamis (25/4).

Faisyal pun memproyeksikan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.030—Rp 14.130 per dollar AS pada esok hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×