kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Analis rekomendasikan saham-saham sejumlah perusahaan ritel ini


Jumat, 17 Januari 2020 / 09:08 WIB
Analis rekomendasikan saham-saham sejumlah perusahaan ritel ini
ILUSTRASI. Belanja ritel toko gerai busana fashion fesyen pakaian Ramayana Prime Ramayana Lestari Sentosa RALS

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2019 hanya tumbuh 1,3%, lebih rendah dibandingkan dengan IPR Oktober 2019 sebesar 3,6%. 

Begitu juga dengan IPR bulan Desember 2019 yang diperkirakan akan turun 0,2% dari tahun lalu. Meski demikian, analis menilai beberapa emiten ritel/eceran masih menarik untuk dicermati.

Baca Juga: Lesunya penjualan ritel tak mengganggu bisnis Mitra Adiperkasa (MAPI)

Robert Sebastian, Analis Ciptadana Sekuritas mengatakan saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) masih menarik untuk dikoleksi.

Sebab, emiten ini akan kecipratan katalis positif dari adanya beleid peraturan pemberlakukan nomor International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada 1 April 2020.

Pemberlakuan aturan IMEI ini dipercaya bakal mengerek penjualan ERAA sebagai penjual resmi telepon selular.

Selain itu, PT Ace Hardware Indonesia, Tbk (ACES) juga dinilai mendapat untung dari adanya apresiasi mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Sebab, ACES merupakan emiten yang berorientasi impor.

Baca Juga: Penjualan eceran lesu, saham-saham emiten ritel ini masih layak dikoleksi

“Selain itu, ACES memiliki segmentasi kelas menengah ke atas yang masih cukup bagus,” ujar Robert kepada Kontan.co.id, Kamis (16/1).

Robert juga menilai Saham PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RASL) masih cukup menarik dari sisi valuasi. Berdasarkan data RTI Business, saham emiten department store ini diperdagangkan dengan Price to Earnings Ratio (PER) sebanyak 11,38 kali.

Sementara itu, saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) masih dipandang prospektif sebab memiliki segmentasi pasar kalangan menengah ke atas.

Setali tiga uang, Analis NH Korindo Sekuritas Putu Chantika Putri dalam risetnya bulan lalu menilai, kinerja MAPI tidak terlalu terpengaruh dengan rencana kenaikan sejumlah tariff. Sebab, produk-produk premium yang dijual MAPI menyasar target pasar kelas menengah ke atas.

Selain itu, menjamurnya gerai kopi dianggap tidak terlalu berefek signifkan terhadap popularitas Starbucks, karena sebagian besar kedai kopi tersebut memiliki segmentasi yang berbeda dengan Starbucks.

Baca Juga: Penjualan eceran tertekan, begini prospek emiten ritel menurut analis

Chantika pun tetap mempertahankan rekomendasi beli (buy) dengan target harga Rp1.300. NH Korindo Sekuritas juga menyematkan outlook positif bagi kinjerja MAPI pada tahun ini.

Sementara itu, Robert menilai investor bisa masuk ke saham ACES, ERAA, RALS, dan MAPI dengan mematok harga penutupan perdagangan hari ini.

Pada perdagangan hari ini, saham ACES tiidak beranjak di level Rp 1.600 per saham, ERAA ditutup melemah 1,18% ke level Rp 1.680 per saham, RALS menguat 4,13% ke level Rp 1.135 per saham, dan ditutup di zona hijau di level Rp 1.055 per saham.




TERBARU

Close [X]
×