Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,24% secara harian ke level Rp16.759 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,32% secara harian ke posisi Rp16.758 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah minimnya rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat.
Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,24% ke Rp 16.759 per Dolar AS pada Kamis (26/2/2026)
“Rupiah besok akan tergantung pada hasil perundingan AS-Iran. Sentimen utama masih berasal dari faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan perdagangan AS,” kata Lukman kepada Kontan, Kamis (26/2/2026).
Dari domestik, Lukman menilai prospek pelonggaran kebijakan pemerintah maupun peluang pemangkasan suku bunga Bank Indonesia masih menjadi faktor negatif bagi rupiah. Meski demikian, lonjakan penerimaan pajak pemerintah sebesar 30,7% secara tahunan hingga akhir Januari dinilai sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap isu defisit fiskal.
Ia memperkirakan rupiah pada Jumat (27/2/2026) akan bergerak di kisaran Rp 16.700-Rp 16.850 per dolar AS.
Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan indeks dolar AS turut menopang penguatan rupiah. Pelaku pasar saat ini mencermati perkembangan diplomatik antara AS dan Iran di Jenewa terkait negosiasi program nuklir Teheran.
Menurut Ibrahim, pasar juga dibayangi ketidakpastian kebijakan tarif baru AS serta berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah sejumlah pejabatnya kembali menegaskan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Dari dalam negeri, ia melihat respons pemerintah terhadap perubahan kebijakan tarif AS serta keberlanjutan perjanjian dagang Indonesia-AS menjadi sentimen yang relatif positif bagi stabilitas ekonomi.
Baca Juga: Beri Pinjaman ke Anak Usaha, RMK Energy (RMKE) Siap Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar
“Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 16.750-Rp 16.780 per dolar AS,” kata Ibrahim.
Selanjutnya: Lowongan Kerja Bank BTN Februari 2026: Rekrutmen Posisi Data Strategis Dibuka!
Menarik Dibaca: Jadwal Buka Puasa Kota Probolinggo Ramadan 26 Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)