kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif pada Jumat (27/2), Ini Proyeksinya


Kamis, 26 Februari 2026 / 15:55 WIB
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif pada Jumat (27/2), Ini Proyeksinya
ILUSTRASI. Rupiah melemah 0,15 persen terhadap Dolar AS (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Kamis (26/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,24% secara harian ke level Rp16.759 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,32% secara harian ke posisi Rp16.758 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat dipengaruhi perkembangan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah minimnya rilis data ekonomi penting dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,24% ke Rp 16.759 per Dolar AS pada Kamis (26/2/2026)

“Rupiah besok akan tergantung pada hasil perundingan AS-Iran. Sentimen utama masih berasal dari faktor eksternal, terutama geopolitik dan kebijakan perdagangan AS,” kata Lukman kepada Kontan, Kamis (26/2/2026).

Dari domestik, Lukman menilai prospek pelonggaran kebijakan pemerintah maupun peluang pemangkasan suku bunga Bank Indonesia masih menjadi faktor negatif bagi rupiah. Meski demikian, lonjakan penerimaan pajak pemerintah sebesar 30,7% secara tahunan hingga akhir Januari dinilai sedikit meredakan kekhawatiran pasar terhadap isu defisit fiskal.

Ia memperkirakan rupiah pada Jumat (27/2/2026) akan bergerak di kisaran Rp 16.700-Rp 16.850 per dolar AS.

Sementara itu, pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan indeks dolar AS turut menopang penguatan rupiah. Pelaku pasar saat ini mencermati perkembangan diplomatik antara AS dan Iran di Jenewa terkait negosiasi program nuklir Teheran.

Menurut Ibrahim, pasar juga dibayangi ketidakpastian kebijakan tarif baru AS serta berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah sejumlah pejabatnya kembali menegaskan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.

Dari dalam negeri, ia melihat respons pemerintah terhadap perubahan kebijakan tarif AS serta keberlanjutan perjanjian dagang Indonesia-AS menjadi sentimen yang relatif positif bagi stabilitas ekonomi.

Baca Juga: Beri Pinjaman ke Anak Usaha, RMK Energy (RMKE) Siap Terbitkan Obligasi Rp 600 Miliar

“Untuk perdagangan besok, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 16.750-Rp 16.780 per dolar AS,” kata Ibrahim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×