kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,49   -7,86   -0.84%
  • EMAS1.319.000 -0,08%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Analis Rekomendasi Beli Saham Blue Chip Ini, Cermati Target Harganya


Senin, 31 Juli 2023 / 05:58 WIB
Analis Rekomendasi Beli Saham Blue Chip Ini, Cermati Target Harganya
ILUSTRASI. Analis Rekomendasi Beli Saham Blue Chip Ini, Cermati Target Harganya


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saham dengan kapitalisasi pasar alias market caps terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) berubah. Lalu, saham blue chip apa saja yang memiliki prospek bagus untuk investasi?

Saham blue chip adalah saham lapis satu di bursa. Saham blue chip adalah jenis saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang besar, dari Rp 10 triliun hingga ratusan triliun.

Mengutip MNC Sekuritas, saham blue chip memiliki beberapa karakteristik. Salah satunya adalah memiliki kapitalisasi besar. Nilai kapitalisasi suatu perusahaan mampu mencapai nilai triliunan rupiah. Besarnya kapitalisasi pasar ini mampu membuat investor sulit dalam memanipulasi harga.

Selain itu, saham blue chip juga memiliki likuiditas yang bagus. Biasanya likuiditas ini dipengaruhi oleh jumlah saham yang dimiliki publik atau beredar di bursa. Makin banyak kepemilikan saham publik, maka makin likuid pula saham tersebut.

Saham yang masuk ke dalam kategori blue chip biasanya juga telah sudah cukup lama lama terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan jangka waktu minimal lima tahun.

Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Big Caps yang Menarik Dikoleksi untuk Saat Ini

Oleh karena itu, saham blue chip cenderung bergerak steady dan tidak terlalu liar. Anda tidak perlu takut dalam berinvestasi di saham blue chip.

Pasalnya, perusahaan yang sahamnya tergolong blue chip bukan lagi perusahaan yang bertumbuh, tetapi sudah termasuk dalam perusahaan yang mapan dan kuat.

Saham jenis blue chip sangat cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi jangka panjang. Pada saat pergerakan market tidak menentu, saham Blue Chip biasanya cenderung stabil.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berhasil masuk jajaran top 10 emiten big caps di bursa. Per Jumat (28/7), emiten yang baru melakukan initial public offering (IPO) pada 27 Juni 2023 ini memiliki kapitalisasi pasar hingga Rp 191,30 triliun. Alhasil, AMMN saat ini masuk ke posisi ketujuh. 

AMMN mendepak PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang sempat masuk jajaran top 10 pada kuartal pertama 2023.

Sementara itu, saham perbankan masih mendominasi jajaran emiten dengan kapitalisasi pasar alias market caps terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menduduki puncak klasemen dengan market caps Rp 1.114 triliun.

 

Kemudian, di posisi kedua ada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan market caps Rp 855 triliun. Lalu, ada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di posisi keempat dengan nilai market caps Rp 527 triliun. 

Memang, sejak awal tahun alias secara year-to-date (ytd), saham-saham perbankan big caps sudah menguat cukup tinggi. BBCA misalnya, sejak awal tahun sudah menguat 6,73%, saham BBRI sudah menguat 15,38%, dan saham BMRI sudah menguat 14,86%. 

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, pergerakan saham perbankan cenderung menguat terbatas karena sudah naik cukup tinggi. Sementara untuk AMMN, Sukarno menilai saham ini menjadi favorit pelaku pasar karena dari sisi fundamental terbilang cukup bagus. 

Rekomendasi saham blue chip

Di sisi lain, pengamat pasar modal dan founder WH Project William Hartanto menilai, saham perbankan  masih berpotensi untuk melanjutkan kenaikan.

“(kenaikan) terlihat terbatas karena belakangan ini ada beberapa kali terjadi rotasi sektor, sehingga sektor perbankan jadi kurang diperhatikan,” kata William.

Untuk saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Sukarno menilai saham besutan Low Tuck Kwong ini masih bisa terkoreksi di tengah sentimen negatif harga batubara.

“Ditambah harganya sudah bergerak di area tertingginya dan bisa terjadi aksi profit taking juga, sehingga turunnya bisa signifikan dan dampak ke market caps-nya juga akan turun,” kata Sukarno.

Sementara untuk saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Sukarno menilai saham GOTO yang cenderung melemah dikarenakan belum ada sentimen positif yang kuat untuk bisa menggerakan saham teknologi.

”Dan pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan wait and see,” sambung dia. 

Baca Juga: Akhirnya, Amman Mineral Nusa Tenggara Dapat Izin Ekspor Konsentrat Tembaga

Di jajaran saham big caps dan blue chip, Sukarno merekomendasikan saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan target harga terdekat di Rp 6.825 – Rp 6.900 dan patokan support di Rp 6.475. Adapula saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Terdekat di Rp 11.550 – Rp 11.625 dan patokan support di Rp 10.975. 

Sementara William merekomendasikan investor mencermati saham BBCA dengan target Rp 9.500 - Rp 10.000, BMRI dengan target Rp 5.800 - Rp 6.000, serta PT United Tractors Tbk (UNTR) dengan target Rp 27.000.

Itulah rekomendasi saham blue chip untuk perdagangan hari ini, Senin 31 Juli 2023. Ingat, segala risiko investasi atas rekomendasi saham di atas menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×