kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Analis menilai kinerja bank masih sesuai proyeksi


Kamis, 07 November 2019 / 20:51 WIB

Analis menilai kinerja bank masih sesuai proyeksi
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah Bank BCA Tangerang Selatan, Senin (1/7). Emiten perbankan berhasil mencetak pertumbuhan kinerja keuangan kuartal III tahun ini.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek emiten perbankan masih cukup menarik. Terlebih emiten perbankan berhasil mencetak pertumbuhan kinerja keuangan kuartal III tahun ini.

Dalam catatan Kontan.co.id, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil meraih laba konsolidasi senilai Rp 20,9 triliun alias tumbuh 13,0% secara year on year (yoy). Laba yang dihasilkan berasal dari pendapatan bunga bersih yang tumbuh 12,2% (yoy) menjadi Rp 37,4 triliun.

Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga masih mencatat pertumbuhan laba meski di bawah 10%. BBRI mencatat pertumbuhan laba sebesar 5,36% yoy dengan nilai Rp 24,80 triliun. Pertumbuhan tersebut tercatat lebih kecil dibandingkan yang diraih pada Juni 2019 lalu sebesar 8,19% yoy dengan nilai Rp 16,16 triliun.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga mencetak kinerja positif. BBNI menorehkan pertumbuhan laba bersih 4,7% yoy menjadi Rp 12 triliun. Meskipun masih positif tapi pertumbuhan tersebut melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih BNI di kuartal III 2018 masih berhasil tumbuh dua digit yakni 12,6%.

Baca Juga: Saham bank berguguran setelah Jokowi minta perbankan menurunkan suku bunga kredit

Analis Artha Sekuritas Frederik Rasali mengungkapkan kinerja sejumlah bank BUKU IV masih tumbuh di atas ekspektasi atau inline dengan proyeksi. "Kalau untuk bank BUKU III mengalami perlambatan karena ketatnya likuiditas dan kalahnya daya saing dengan bank buku IV," kata Frederik, Kamis (7/11).

Guna meningkatkan kinerja, sambungnya, emiten bank harus tetap menjaga kualitas aset dan mencari pendanaan melalui instrumen non konvensional seperti penerbitan obligasi atau pinjaman bilateral dari luar negeri. Adapun sentimen positif bagi emiten perbankan yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia. "Apabila ekonomi bertumbuh maka perbankan akan diuntungkan dari ekspansi perusahaan-perusahaan," imbuhnya.

Sementara sentimen negatif bisa dilihat dari perlambatan ekonomi global yang bisa berdampak terhadap beberapa bisnis di Indonesia.

Baca Juga: Tingkatkan kredit, OJK minta bank berfokus pada core business

Kepala Riset Infovesta Wawan Hendrayana pun menyampaikan hal serupa. Tantangan bagi sektor perbankan saat ini salah satunya adalah kekhawatiran akan terjadinya resesi dan meningkatnya NPL. Lebih lanjut ia mengatakan, meski menorehkan kinerja positif akan tetapi beberapa emiten mengalami penurunan pertumbuhan ketimbang kuartal III tahun lalu.

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia menganggap, mayoritas realisasi kinerja emiten perbankan pada kuartal III tahun ini sesuai dengan proyeksi MNC Sekuritas.

Dia menambahkan, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah merampingkan beban operasional dan transformasi teknologi. Selain itu, perbankan juga bisa berusaha secara konsisten untuk meningkatkan fee based income dan profitability dengan meningkatkan current account saving account atau komposisi dana murah.


Reporter: Ika Puspitasari
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan


Close [X]
×