kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.798   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.133   100,74   1,25%
  • KOMPAS100 1.147   15,50   1,37%
  • LQ45 830   8,74   1,07%
  • ISSI 288   4,74   1,67%
  • IDX30 432   5,06   1,19%
  • IDXHIDIV20 517   4,52   0,88%
  • IDX80 128   1,58   1,25%
  • IDXV30 140   1,24   0,89%
  • IDXQ30 140   1,08   0,78%

Analis: Faktor teknikal menopang IHSG


Jumat, 13 November 2015 / 18:20 WIB
Analis: Faktor teknikal menopang IHSG


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (13/11) ditutup kembali melanjutkan penguatannya sebesar 10,61 poin ditopang faktor teknikal.

IHSG ditutup menguat 10,61 poin atau 0,24 % menjadi 4.472,83. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 3,56 poin (0,47 %) menjadi 762,89.

"Faktor teknikal menopang IHSG BEI setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam pada pertengahan pekan ini," ujar Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya dikutip dari Antara.

Menurut dia, pergerakan indeks BEI sedang berada dalam fase konsolidasi di tengah aksi tunggu investor terhadap rencana bank sentral Amerika Serikat yang akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed fund rate).

"Jika pada awal pekan depan (Senin, 16/11) indeks BEI kembali bergerak menguat maka secara teknikal IHSG BEI masuk dalam area tren penguatan meski jangka pendek hingga ada kepastian rencana kenaikan suku bunga the Fed," katanya.

Ia mengharapkan sentimen dari dalam negeri yang masih optimistis terhadap perbaikan ekonomi ke depan mampu mengimbangi sentimen negatif yang datang dari eksternal itu.

Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo menambahkan bahwa rasa khawatir akan pengaruh negatif dari kenaikan suku bunga The Fed membatasi laju indeks BEI. The Fed yang masih percaya diri untuk menurunkan suku bunga di bulan Desember membayangi laju pasar saham.

"Seberapa lama kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed bakal mereda, sepertinya bakal sulit untuk diprediksi. Kami menyarankan posisi 'buy on weakness' untuk saham-saham sektor konstruksi, semen, dan perbankan," katanya.

Sementara itu, tercatat frekuensi saham di BEI mencapai 182.453 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 2,81 miliar lembar saham senilai Rp3,24 triliun. Efek yang bergerak naik sebanyak 98 saham, turun 168 saham, dan yang bergerak stagnan atau tidak bergerak nilainya sebanyak 90 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng turun 492,78 poin (2,15 %) menjadi 22.396,14, indeks Nikkei turun 100,86 poin (0,51 %) ke level 19.596,91, dan Straits Times melemah 30,22 poin (1,02 %) ke posisi 2.928,79.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×