kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ambil untung, kelolaan reksadana saham susut


Jumat, 28 November 2014 / 09:28 WIB
ILUSTRASI. Jadwal SIM Keliling Bekasi & Bogor Hari Ini (13/6), Cek Syarat & Biaya Perpanjang SIM


Reporter: Noor Muhammad Falih | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Dana kelolaan reksadana saham pada bulan November turun. Penyebabnya, investor institusi diperkirakan merealisasikan keuntungan mereka agar kinerja akhir tahun terlihat bagus.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, dana kelolaan reksadana saham per 14 November 2014 sebesar Rp 94,66 triliun, menurun 1,36% dibandingkan akhir Oktober 2014. Sementara pada periode itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hanya turun 0,78%.

Di sisi lain, terjadi kenaikan dana kelolaan jenis reksadana lain (lihat tabel). Sehingga ada kemungkinan investor mengalihkan dana mereka ke reksadana yang tingkat risikonya lebih minim.

Senior Portfolio Manager BNI Asset Management (BNI-AM) Hanif Mantiq mengatakan, memang ada aksi ambil untung (profit taking) investor reksadana saham BNI-AM pada kurun waktu tersebut.

Selanjutnya, para investor memindahkan uang mereka ke reksadana pasar uang yang  tingkat risikonya jauh lebih kecil. Ini terlihat dari penambahan dana kelolaan ke reksadana pasar uang BNI-AM. "Uang yang masuk ke reksadana pasar uang sempat bertambah hingga Rp 2 triliun," kata Hanif.

Hanya saja, kondisi ini tak bertahan lama. Pasca pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi 18 November 2014, dana kelolaan reksadana pasar uang menyusut dan duit kembali lagi ke reksadana saham. Investor tak terlalu khawatir  dampak kenaikan harga BBM ke IHSG, sehingga come back  ke reksadana saham.

Rudiyanto, Head of Operation and Business Development Panin Asset Management, menambahkan, di awal Nopember ada kecenderungan investor merealisasikan keuntungan, terutama investor institusi. Maklum, banyak di antara mereka menahan keuntungan sejak pertengahan tahun ini. "Tengah tahun sebenarnya mereka rata-rata sudah untung 20%., tapi baru direalisasikan sekara agar tutup bukunya terlihat bagus," ujar Rudiyanto.

Research Analyst PT Infovesta Utama Yosua Zisokhi mengatakan  penurunan dana kelolaan reksadana dua pekan pertama di bulan November karena investor takut akan risiko kenaikan harga BBM, yang waktu itu belum jelas. 

Di sisi lain, imbal hasil reksadana saham sudah cukup tinggi. "Jadi, redemption terjadi karena investor melakukan profit taking," ungkap Yosua. Tapi ia optimistis, dana kelolaan reksadana saham akhir tahun ini akan kembali bertambah.                    

Dana kelolaan reksadana (dalam triliun rupiah)

Jenis Reksadana Jan '14 Okt '14 14 Nov '14
Saham 84,5 95,97 94,66
Pasar Uang 13,25 20,08 21,35
Campuran 19,45 19,22 19,07
Pendapatan Tetap 28,54 33,9 34,25
Lain-lain (ETF, terprotekasi dsb) 54,03 55,09 55,26
Total 199,77 224,26 224,59
Sumber: OJK      

        

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×