kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.971   -42,00   -0,23%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Aksi beli BBRI, BYAN dan INTP giring IHSG ke zona hijau di akhir pekan


Jumat, 03 Juni 2011 / 16:46 WIB
ILUSTRASI. Sebuah articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/foc.


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Aksi mayoritas broker asing mengoleksi saham bluechips mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan ini. Tiga saham yang paling banyak dilirik, yaitu Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bayan Resources Tbk (BYAN), dan Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP).

Tercatat, reli BBRI yang mencapai 4%, kenaikan BYAN sebesar 2,54%, juga penguatan INTP 2,38% membantu mendongkrak IHSG di akhir pekan ini ke zona hijau.

Data Bloomberg menunjukkan, volume BBRI yang ditransaksikan hingga sesi perdagangan berakhir mencapai 41,2 juta saham. Tiga broker asing tercatat paling banyak mengoleksi saham ini, yaitu Kim Eng Securities senilai Rp 175,94 miliar, Credit Suisse Securities Rp 82,51 miliar, dan UBS Securities Indonesia mencapai Rp 26,67 miliar.

Sementara, volume BYAN yang diperdagangkan sejumlah 136.500 saham. Deutsche Securities Indonesia menjadi broker terbanyak membeli saham ini, yaitu senilai Rp 708 juta. Diikuti, UOB Kay Hian Securities sejumlah Rp 424,80 juta, dan Macquaire Capital Securities Indonesia sekitar Rp 391,40 juta.

Adapun, jumlah saham INTP yang ditransaksikan sebanyak 2,62 juta saham. BNP Paribas Securities Indonesia menjadi broker teraktif pembeli saham ini dengan nilai pembelian mencapai Rp 13,63 miliar. Lalu, UBS Securities Indonesia senilai Rp 8,37 miliar, dan Bahana Securities mencapai Rp 6,30 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×