kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Akan delisting, SCPI masih mencari pemegang saham


Kamis, 20 Juli 2017 / 16:34 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Upaya PT Merck Sharp Dhome Pharma Tbk (SCPI) untuk delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menemui kendala. Perusahaan farmasi ini sudah mengajukan rencana untuk menarik diri dari BEI sejak 2014. Namun, prosesnya terganjal oleh belum ditemukanya 471 pemegang saham ritel.

Direktur SCPI, Novian Zein memapakan, kendalanya yaitu masih banyak pemegang saham minoritas yang belum melepaskan saham. Meskipun demikian, SCPI tetap akan mencari pemegang saham ini, dalam rangka untuk memenuhi ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Ada yang megang saham hanya 100 lembar dan tidak ditemukan. Mungkin juga ada yang sudah passed away," ujarnya kepada KONTAN, hari ini.

Seperti diketahui, sampai saat ini masih ada 471 pemegang saham yang memegang 46.464 saham SCPI yang belum dibeli kembali oleh SCPI. Untuk mengatasi hal itu, SCPI didampingi konsultan untuk mengecek langsung alamat pemegang saham yang sudah berganti.

Novian menyampaikan bahwa alasan delisting karena SCPI sudah tidak membutuhkan dana publik. SCPI sudah bisa memenuhi kebutuhan kita dari sumber dana internal.Selain itu induk usaha Merck Sharp & Dhome Corp sebagai induk usaha siap mendanai bisnis perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×