kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp 8,9 Triliun per Agustus 2026


Selasa, 15 September 2026 / 17:08 WIB
Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp 8,9 Triliun per Agustus 2026
ILUSTRASI. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan perkembangan positif dalam perolehan kontrak baru sepanjang delapan bulan pertama 2026 (Dok/ADHI)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan perkembangan positif dalam perolehan kontrak baru sepanjang delapan bulan pertama 2026. Hingga Agustus 2026, kontrak baru yang berhasil dikantongi perusahaan mencapai Rp 8,9 triliun.

Corporate Secretary ADHI, Siswanto mengatakan, nilai kontrak baru hingga Agustus 2026 itu meningkat 101.7% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4.4 triliun.

Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh lini Engineering & Construction dengan kontribusi sebesar 92%. Selanjutnya, Property & Hospitality menyumbang 3%, Manufacture sebesar 3%, serta Investment sebesar 2%.

Jika dilihat berdasarkan tipe pekerjaan, proyek infrastruktur masih menjadi penyumbang terbesar terhadap kontrak baru ADHI. Kontribusinya mencapai 73%, disusul proyek gedung sebesar 21% dan pekerjaan lainnya sebesar 6%.

Baca Juga: Menkeu Berganti, Begini Harapan Industri Kripto soal Arah Kebijakan Pajak

“Dari sisi pemilik pekerjaan, proyek pemerintah memberikan kontribusi terbesar sebesar 65%, diikuti BUMN/BUMD sebesar 26%, serta swasta sebesar 9%,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (15/8/2026).

Di tengah pertumbuhan kontrak baru tersebut, ADHI juga masih menjalankan proses restrukturisasi dengan pihak perbankan. Proses tersebut ditargetkan dapat rampung pada semester II tahun 2026.

Adapun nilai dan skema restrukturisasi saat ini telah memasuki tahap akhir pembahasan bersama para kreditur. Informasi terkait restrukturisasi akan disampaikan setelah terdapat kesepakatan dari seluruh pihak terkait.

“Terkait dengan surat utang, ADHI secara aktif berkoordinasi dengan Wali Amanat dan Para Pemegang Obligasi untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan melalui Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO),” paparnya.

 

Selain restrukturisasi, ADHI juga tengah menyiapkan sejumlah aksi divestasi aset. Siswanto bilang, setidaknya terdapat tiga entitas/aset yang akan didivestasi oleh ADHI, yakni Hotel Grandhika, pelepasan kepemilikan saham pada bisnis jalan tol, dan pengolahan air.

Saat ini, proses divestasi tersebut masih berada dalam tahap uji tuntas (due diligence) bersama calon investor.

“Adapun skema dan nilai transaksi akan disampaikan melalui keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×