Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan perolehan kontrak baru senilai Rp 8,3 triliun hingga Juli 2026. Nilai tersebut meningkat 118,4% secara year-on-year (YoY) dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 3,8 triliun.
Dari total kontrak baru tersebut, sekitar Rp 5,27 triliun berasal dari proyek non-joint operation (NJO). Sedangkan sekitar Rp 2,99 triliun berasal dari proyek joint operation (JO).
Berdasarkan lini bisnis, perolehan kontrak baru ADHI didominasi oleh Engineering & Construction sebesar 92%. Sementara itu, lini Property & Hospitality dan Manufacture masing-masing berkontribusi 3%, sedangkan lini Investment menyumbang 2%. Dominasi Engineering & Construction menunjukkan semakin kuatnya fokus perseroan pada kompetensi inti di bidang konstruksi dan infrastruktur.
Ditinjau dari tipe pekerjaan, 80% kontrak baru berasal dari proyek infrastruktur, 14% dari proyek gedung, dan 5% dari pekerjaan lainnya. Adapun berdasarkan pemilik proyek, sektor pemerintah menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 70%, disusul BUMN/BUMD sebesar 29%, serta swasta sebesar 1%.
Baca Juga: J.P. Morgan Soroti Rencana BEI Hapus Batas Harga Saham Rp 50
Sejumlah proyek strategis yang berhasil diraih ADHI hingga Juli 2026 meliputi Proyek Tanggap Darurat Sumatera Utara, Proyek Tambak Udang Waingapu, Estate Management IKN, Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2, Bandara Sentani, serta Sekolah Rakyat Tahap 3 Papua.
Perolehan proyek-proyek tersebut semakin memperkuat portofolio perseroan di sektor konstruksi dan infrastruktur sekaligus mencerminkan kepercayaan berbagai pemangku kepentingan terhadap kapabilitas ADHI.
Corporate Secretary ADHI Karya Siswanto mengatakan, perseroan terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas operasional, serta selektivitas dalam memperoleh proyek.
“ADHI Karya terus menjaga kualitas pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan kualitas operasional, serta selektivitas dalam memperoleh proyek,” ujar Siswanto dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses transformasi ADHI yang dilakukan secara bertahap untuk memperkuat fundamental bisnis dan meningkatkan daya saing Perseroan. ADHI optimistis strategi ini dapat menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program pembangunan nasional yang akan membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Ke depan, ADHI menegaskan komitmennya untuk memperkuat fundamental bisnis serta meningkatkan kontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Baca Juga: Analis Ungkap Strategi BCA Raih Kinerja Solid di Tengah Tantangan Likuiditas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














