Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap mempertahankan target 50 gelaran penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO), termasuk di dalamnya enam lighthouse company pada 2026.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna optimistis target tersebut bisa tercapai walaupun ada kenaikan minimal free float menjadi 15% karena perekonomian Indonesia stabil.
Nyoman berharap apetite atau minat dari para entrepreneur alias pengusaha justru meningkat karena ke depan pasar saham Indonesia akan lebih dalam dan bisa menarik lebih banyak investor.
“Ke depan pasar Indonesia akan dalam, dengan pasar yang dalam yang pertama tentu memberikan attractiveness terhadap investor untuk lebih banyak lagi berinvestasi,” katanya saat ditemui, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% di 2025, Rupiah Melemah ke Rp 16.842 per Dolar AS
Dia menggambarkan bak seperti kolam, pasar modal dengan ketentuan minimal free float yang lebih tinggi akan menjadi kolam yang lebih dalam sehingga bisa menjaring lebih banyak ikan.
Apalagi, kata Nyoman, ruang investasi dari sejumlah investor institusi juga akan diperlebar. Terbaru, pemerintah berencana menaikkan batas atas investasi dana pensiun dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%.
“Dengan mengikuti apa yang diharapkan oleh provider index global, itu juga akan meningkatkan attractiveness untuk investor asing. Jadi kami tidak melakukan perubahan atas target,” tegasnya.
Meski tak menyebut secara rinci, Nyoman bilang di pipeline BEI saat ini ada dua perusahaan mercusuar alias lighthouse company yang sedang dipersiapkan untuk menggelar IPO.
Salah satunya berasal dari sektor infrastruktur. Dia pun tak yakin apakah dua perusahaan itu bisa menggelar IPO di kuartal satu ini, karena calon emiten itu sedang melakukan revisi laporan keuangan.
Selanjutnya: Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Bakal Dilantik Jadi Wamenkeu?
Menarik Dibaca: Tanda WhatsApp Diblokir Pengguna Lain: Jangan Kaget Jika Panggilan Anda Gagal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













