kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.834   12,00   0,07%
  • IDX 6.102   -75,57   -1,22%
  • KOMPAS100 796   -12,14   -1,50%
  • LQ45 601   -8,17   -1,34%
  • ISSI 211   -1,68   -0,79%
  • IDX30 340   -4,72   -1,37%
  • IDXHIDIV20 417   -4,53   -1,08%
  • IDX80 90   -1,34   -1,46%
  • IDXV30 112   -0,55   -0,49%
  • IDXQ30 108   -1,67   -1,52%

Waduh, harga minyak semakin dekati US$ 45 sebarel


Selasa, 13 Januari 2015 / 10:09 WIB
ILUSTRASI. Pencurian data. KONTAN/Muradi


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga minyak mentah dunia masih melanjutkan penurunannya pagi ini (13/1). Berdasarkan data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengantaran Februari turun sebesar 77 sen menjadi US$ 45,30 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 12.57 waktu Sydney, harga kontrak yang sama berada di level US$ 45,45 sebarel.

Kemarin, harga kontrak minyak WTI turun US$ 2,29 menjadi US$ 46,07 per barel. Ini merupakan level terendah sejak April 2009.

Sementara itu, harga kontrak minyak Brent untuk pengantaran Februari turun sebesar 78 sen atau 1,6% menjadi US$ 46,65 per barel di ICE Futures Europe exchange.

Harga minyak kian tergerus di tengah spekulasi bahwa cadangan minyak AS akan semakin meningkat. Kondisi ini akan memperparah situasi suplai minyak global yang sudah menekan harga minyak ke level terendahnya dalam lima tahun terakhir.

Hasil survei Bloomberg menunjukkan, cadangan minyak AS kemungkinan akan naik ke 384,1 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Januari.

"Ada suplai yang berlebih. Untuk menaikkan harga minyak, harus ada pihak produsen uang memulai langkah pemangkasan produksi. Hanya organisasi yang mampu melakukan sesuatu yang penting seperti itu, seperti OPEC. Saya tidak bisa melihat AS akan mengurangi produksinya," jelas David Lennox, Resource Analyst Fat Prophets di Sydney.

Catatan saja, harga minyak sudah anjlok hampir 50% pada tahun lalu. Ini merupakan penurunan terbesar sejak krisis finansial terjadi di tahun 2008.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×