kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.107
  • SUN97,12 0,58%
  • EMAS621.140 0,49%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Reksadana Pasar Uang masih bisa saingi deposito

Kamis, 07 Desember 2017 / 22:09 WIB

Reksadana Pasar Uang masih bisa saingi deposito

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rata-rata imbal hasil reksadana pasar uang yang tercermin dari Infovesta Money Market Fund Index hanya mencapai 4,12% hingga November 2017. Meski begitu, reksadana ini dinilai masih bisa bersaing dengan deposito.

Wawan Hendrayana, Head of Investment Research Infovesta Utama berpendapat, imbal hasil reksadana pasar uang belum tentu kalah oleh deposito. Sebab, pada dasarnya bunga deposito yang diperoleh setiap orang masih harus dipotong pajak penghasilan sebesar 20%. “Setelah dikenakan pajak, bisa saja bunga deposito yang diterima di bawah 5%,” katanya, Kamis (7/12).

Sebaliknya, imbal hasil reksadana pasar uang yang beredar di masyarakat sudah bersih dari pajak.

Ia pun menyebut bahwa kinerja suatu produk reksadana pasar uang sudah bisa disebut baik apabila mampu mencetak return minimal 4% selama tahun berjalan.

Mengutip data Infovesta Utama, per November lalu terdapat 61 dari 86 produk reksadana pasar uang yang mampu meraih imbal hasil di atas 4% secara year to date.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang diikuti penurunan bunga deposito di berbagai bank sebenarnya bisa menguntungkan industri reksadana pasar uang. Menurut Wawan, karena acuannya sendiri tergolong rendah, maka reksadana pasar uang bisa menjadi pilihan alternatif dalam berinvestasi.

Lagi pula, imbal hasil yang diperoleh oleh setiap produk reksadana pasar uang tidak terikat dengan waktu. Hal ini berbeda dengan deposito yang memiliki tingkat bunga berbeda-beda dalam jangka waktu tertentu.

Meski begitu, manajer investasi tetap dituntut melakukan variasi dalam pengelolaan produk reksadana pasar uangnya. Tujuannya supaya likuiditas produk tersebut tetap terjaga.

Wawan pun menyebut, pergerakan tingkat suku bunga acuan BI dan suku bunga deposito masih akan berpengaruh besar terhadap kinerja reksadana pasar uang dalam beberapa waktu ke depan.

Karenanya, isu kenaikan tingkat suku bunga acuan The Federal Reserve perlu dicermati oleh setiap pengelola reksadana pasar uang. Jika benar terjadi, bisa saja negara lain akan menyesuaikan tingkat suku bunga acuannya dengan kondisi di Amerika Serikat.


Reporter: Dimas Andi
Editor: Sanny Cicilia

INVESTASI REKSADANA

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.1740 || diagnostic_web = 0.3405

Close [X]
×