kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.853   30,00   0,17%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Yield US Treasury naik, rupiah tertekan di sepanjang pekan ini


Kamis, 01 April 2021 / 21:20 WIB
ILUSTRASI. Kurs rupiah berakhir di level Rp 14.525 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/4), atau sama dengan Rabu (31/3).


Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berakhir di level Rp 14.525 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (1/4), atau sama dengan Rabu (31/3). Sedangkan di kurs tengah atau Jisdor, rupiah melemah 0,03% ke level Rp 14.577 per dolar AS.

Selama sepekan ini, melemah 0,75% dari Rp 14.417,5 per dolar AS di penutupan pasar Jumat (26/3). Sedangkan di kurs Jisdor, rupiah melorot 0,91% dari Rp 14.446 per dolar AS di akhir pekan lalu.

Research and Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mengatakan, tekanan terhadap rupiah di minggu ini adalah imbas kenaikan yield obligasi 10 tahun AS (US Treasury) yang mencapai level 1,77%, dan merupakan salah satu rekor tertingginya.

Baca Juga: Kurs rupiah ditutup pada Rp 14.525 per dolar AS pada Kamis (1/4)

Selain itu, Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana menambahkan, risiko taper tantrum menekan rupiah. Apalagi, Presiden AS menyiapkan stimulus infrastruktur dengan nilai jumbo tambah mendorong dolar AS menguat.

Tambah lagi, kata Nanang, data jobless claim AS yang turun dan mengindikasikan ada perbaikan ekonomi di AS juga turut menekan rupiah di minggu ini.

Baca Juga: Dolar AS dijagokan jadi mata uang berkinerja paling apik pada kuartal II-2021


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×