kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.819   -9,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Yield SUN 10 tahun diprediksi antara 6,69%-6,70%


Kamis, 22 Maret 2018 / 10:18 WIB
Yield SUN 10 tahun diprediksi antara 6,69%-6,70%
ILUSTRASI. Ilustrasi pasar modal


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yield Surat Utang Negara (SUN) pada perdagangan, Kamis (22/3), diperkirakan turun. Sebab, ada potensi penguatan nilai tukar rupiah.

Ahmad Mikail, ekonom Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, yield US Treasury jangka menengah dan panjang di AS kemarin naik tipis pasca-kenaikan tingkat suku bunga The Federal Reserves sebesar 25 basis poin.

"Faktor tersebut menunjukkan pasar telah priced in terhadap kenaikan tingkat suku bunga The Fed," kata Ahmad dalam riset, hari ini.

Ahmad memperkirakan dengan kemungkinan menguatnya rupiah hari ini, maka yield SUN diperkirakan dapat turun. Prediksinya, yield SUN seri acuan 10 tahun diprediksi bergerak di rentang 6,69%-6,70%.

Ia merekomendasikan seri FR0064, FR65, FR0036, FR0035, FR0043, FR0063, FR0075 dan FR0074 pada perdagangan hari ini.

Sebelumnya, Rabu (21/3), kembali tertekannya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS memicu kenaikan imbal hasil SUN. I Made Adi Saputra, analis Fixed Income MNC Sekuritas mengatakan, imbal hasil SUN naik karena imbal hasil surat utang global juga naik.

"Pelaku pasar tidak begitu terpengaruh oleh hasil FOMC dikarenakan sesuai dengan perkiraan pelaku pasar," kata Made dalam riset, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×