kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Yen Jepang Melemah, Simak Potensi Aliran Modal ke Emerging Market


Rabu, 22 Juli 2026 / 18:10 WIB
Yen Jepang Melemah, Simak Potensi Aliran Modal ke Emerging Market
ILUSTRASI. Yen terlihat masih melemah terhadap dolar AS dengan koreksi 4,01% secara tahunan setelah berada di level 163,02 (REUTERS/Florence Lo)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar yen Jepang (JPY) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah. Mengutip Trading Economics Rabu (22/7/2026) pukul 17.35 WIB, pasangan valas USD/JPY di level 163,02, naik 4,01% secara year to date (ytd). 

Chief Analyst Doo Financial Future Lukman Leong mengatakan, pelemahan yen umumnya memperkuat aktivitas carry trade karena meningkatkan keuntungan investor yang mendanai investasinya dengan pinjaman berdenominasi yen. Selain memperoleh selisih suku bunga, investor juga diuntungkan oleh depresiasi yen. 

“Namun, jika pelemahan yen memicu perubahan kebijakan Bank of Japan (BoJ) atau intervensi di pasar valuta asing, carry trade dapat berbalik dan meningkatkan volatilitas pasar global,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (22/7/2026). 

Baca Juga: Gelar RUPS Hari Ini: Saham Fortune (FORU) dan Maharaksa Biru (OASA) Kompak Naik

Lukman melihat dalam kondisi normal pelemahan yen dapat meningkatkan aliran modal ke emerging market, terutama negara yang memiliki suku bunga relatif tinggi dan fundamental ekonomi yang stabil. Namun, dampaknya juga bergantung pada sentimen global, arah kebijakan The Fed, serta risiko geopolitik. 

“Jika terjadi peningkatan risk-off, investor tetap cenderung mengurangi eksposur ke aset berisiko meskipun yen sedang lemah,” terang Lukman. 

Lukman mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu tujuan aliran dana karena menawarkan imbal hasil yang relatif tinggi dan inflasi yang terkendali. Jika kondisi global tetap kondusif, pelemahan yen dapat meningkatkan minat investor asing terhadap obligasi Indonesia. 

“Namun, besarnya arus dana tetap akan dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga AS, pergerakan dolar AS, serta persepsi risiko global,” jelas Lukman. 

Lukman memprediksi, dalam jangka pendek, yen masih berada dalam tekanan selama selisih suku bunga antara AS dan Jepang masih lebar. Meskipun BoJ telah mulai menaikkan suku bunga, masih jauh di bawah AS.

“Penguatan yen baru bisa terjadi apabila The Fed mulai memangkas suku bunga secara lebih agresif dan BoJ melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya,” pungkas Lukman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×