kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Yen Jepang Tertekan Kebijakan The Fed dan Politik Jepang


Selasa, 03 Februari 2026 / 10:46 WIB
Yen Jepang Tertekan Kebijakan The Fed dan Politik Jepang
ILUSTRASI. Yen Jepang (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Yen Jepang (JPY) diperdagangkan di sekitar level 155,5 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Selasa (3/2) atau sedikit menguat dari akhir pekan, setelah jatuh selama dua sesi berturut-turut.

Ini karena data ekonomi AS yang kuat dan penunjukan kepala Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump, yang kecenderungan kebijakannya akan mendukung penguatan dolar AS. 

Warsh yang ditunjuk Trump pada Jumat lalu diharapkan lebih mendukung penurunan suku bunga acuan utama Fed pada akhir tahun ini.

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (3/2), Yen juga menghadapi tekanan penurunan setelah Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi pada akhir pekan menggambarkan yen yang lemah sebagai peluang potensial bagi industri ekspor. Ini menandakan dukungan pemerintah untuk mata uang yen yang lebih lemah. 

Ia kemudian mengklarifikasi bahwa pernyataannya dimaksudkan untuk mempromosikan ekonomi yang tangguh terhadap fluktuasi mata uang. Sementara Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama mencatat bahwa PM hanya mengutip prinsip-prinsip ekonomi standar mengenai dampak mata uang yang lemah. 

Penurunan yen juga terjadi menjelang pemilihan umum sela DPR pada 8 Februari, di mana partai penguasa Takaichi diperkirakan akan memperoleh kursi dan mengejar kebijakan fiskal ekspansif. 

Obligasi pemerintah Jepang dan yen jatuh bulan lalu di tengah ekspektasi stimulus fiskal, dengan diskusi pemotongan pajak yang sedang berlangsung kemungkinan akan semakin menekan keuangan publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×