kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Window dressing surut jelang tutup tahun, ini faktor yang bakal mempengaruhi market


Senin, 30 Desember 2019 / 05:06 WIB
ILUSTRASI. IHSG MENGUAT. Penjual kopi keliling melayani pembeli di depan layar pergerakan saham kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (13/12). Laju penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiga hari beruntun terhenti pada perdagangan,hari ini. Mengutip RTI,


Reporter: Kenia Intan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Nugroho melihat inflasi yang sesuai dengan harapan Bank Indonesia bisa menjadi katalis positif terhadap perdagangan. "IHSG diprediksi masih menguat di level 6.250 hingga 6.330," kata Nugroho kepada Kontan.co.id, Jumat (27/12). 

Tidak jauh berbeda, Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas memprediksi IHSG pekan depan akan menguat dengan pergerakan di kisaran level 6.309 hingga 6.414. Penguatan IHSG selama sepekan ke depan masih didorong oleh window dressing diikuti dengan January effect.

Baca Juga: IHSG menguat ke 6.319, saham BMRI masih diburu asing

"Seminggu ke depan masih ada peluang melanjutkan penguatan meskipun nantinya pasti ada koreksi wajar," kata Sukarno kepada Kontan.co.id, Jumat (27/12). 

Adapun untuk pekan ini, Sukarno melihat kenaikan IHSG lebih banyak dipengaruhi oleh optimisme pasar terhadap kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang akan tercapai pada Januari 2020. Sementara dari domestik ia melihat belum ada sentimen yang cukup kuat untuk mempengaruhi pasar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×