kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Penjualan Ritel AS Stagnan, Rupiah Menguat ke Rp 16.786 per Dolar AS


Rabu, 11 Februari 2026 / 15:48 WIB
Penjualan Ritel AS Stagnan, Rupiah Menguat ke Rp 16.786 per Dolar AS
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah melonjak 0,15% terhadap dolar AS pada Rabu (11/2/2026). Simak proyeksi pergerakan rupiah esok hari. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (11/2/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,15% secara harian ke Rp 16.786 per dolar AS. 

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,11% secara harian ke Rp 16.781 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah salah satunya dipengaruhi oleh data penjualan ritel Amerika Serikat (AS). Disebutkan bahwa angka penjualan ritel yang stagnan bulan lalu mengikuti peningkatan 0,6% yang tidak direvisi pada bulan November, menurut Biro Sensus Departemen Perdagangan pada hari Selasa. 

“Angka tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen secara luas di ekonomi terbesar dunia sedang mendingin di tengah inflasi yang tinggi dan tekanan pada pasar tenaga kerja,” ujar Ibrahim, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,11% ke Rp 16.781 per Dolar AS pada Rabu (11/2/2026)

Menurut Ibrahim, kelemahan yang berkelanjutan dalam pengeluaran dapat menghadirkan prospek yang lebih lemah bagi perekonomian. Prospek ekonomi yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong Federal Reserve untuk memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini untuk menopang pertumbuhan. 

“Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun karena anggapan ini, sementara dolar kesulitan untuk pulih dari kerugian besar yang tercatat pada hari Senin,” kata Ibrahim. 

Dari dalam negeri, Ibrahim melihat rupiah dipengaruhi stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah. Memasuki bulan Ramadan dan libur Idulfitri tahun 2026, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, work from anywhere (WFA), dan bantuan pangan.

"Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan serta memberikan keringanan bagi masyarakat dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri," ucap Ibrahim.

Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,15% ke Rp 16.786 per Dolar AS pada Rabu (11/2/2026)

Selain stimulus ekonomi, pemerintah juga memprioritaskan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan mudik. Kemudian, koordinasi lintas kementerian/lembaga terus dilakukan untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan terutama di tengah kondisi curah hujan yang tinggi.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Kamis (12/2/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 16.780 – Rp 16.810 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×