kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Wall Street tertekan pernyataan Trump soal kesepakatan dengan China


Senin, 11 November 2019 / 22:15 WIB
Wall Street tertekan pernyataan Trump soal kesepakatan dengan China
ILUSTRASI. Wall Street dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini. Pasar saham terseret pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu lalu yang menyebutkan bahwa AS hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi AS. Dia pun menyebut ada laporan yang salah bahwa AS bersedia menarik tarif yang telah berlaku sebagai bagian dari kesepakatan fase satu.

Senin (11/11) pukul 21.55 WIB, Dow Jones Industrial Average turun 0,31% ke 27.596. Indeks S&P 500 melemah 0,48% ke 3.078. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,40% ke 8.441.

Baca Juga: Hong Kong Membara, IHSG Hari Ini Parkir Di Zona Merah

Pernyataan Trump akhir pekan lalu tersebut menekan optimisme berakhirnya perang dagang AS-China yang sudah berlangsung 16 bulan. Trump menambahkan bahwa negosiasi dagang antara kedua negara berjalan lebih lambat daripada harapan dia, tapi keinginan China untuk mencapai kesepakatan lebih besar daripada keinginan dia.

"Kali ini, giliran Trump memupuskan harapan, bahwa tidak hanya kesepakatan bisa berakhir, tapi juga harapan bahwa tarif akan dihilangkan. Sulit untuk memperkirakan siapa yang akan lebih dirugikan jika kesepakatan runtuh," kata Craig Erlam, senior market analyst OANDA Corp kepada Reuters.

Baca Juga: IHSG berpeluang tertekan lagi pada perdagangan esok

Pada perdagangan hari ini, mayoritas bursa Asia melemah. Hang Seng bahkan merosot 2,62% menjadi 26.926 di tengah krisis domestik yang makin berkecamuk. 

Hanya indeks saham India yang masih naik tipis 0,05%. Bursa Jepang mixed dengan penurunan pada indeks Nikkei 225 dan kenaikan pada indeks Topix.

Bursa Eropa yang masih bergerak pun turun. Euro Stoxx turun tipis 0,05%. Sedangkan FTSE 100 turun 0,69%.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×