kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Wall Street terkoreksi, dipicu data pengupahan AS yang mengecewakan


Rabu, 02 Desember 2020 / 21:50 WIB
Wall Street terkoreksi, dipicu data pengupahan AS yang mengecewakan
ILUSTRASI. Wall Street. REUTERS/Andrew Kelly


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu (2/12) lantaran data yang menunjukkan penambahan pekerjaan swasta lebih rendah dari perkiraan pada November menambah kekhawatiran tentang tekanan jangka pendek pada perekonomian.

Pada bel pembukaan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,83 poin atau 0,43% ke 29.695,09, S&P 500 trun 8,67 poin atau 0,24% ke 3.653,78 dan Nasdad Composite turun 69,36 poin atau 0,56% ke 12.285,75.

Mengutip Reuters, Rabu (2/12), data ADP adalah tanda terbaru bahwa melonjaknya infeksi baru dan pembatasan bisnis menghambat pemulihan pasar tenaga kerja. 

Pembaruan positif pada vaksin virus corona telah membantu investor meningkatkan taruhan pada rebound ekonomi yang cepat tahun depan, menggerakkan indeks utama Wall Street ke posisi tertinggi baru-baru ini.

Pfizer Inc dan vaksin Covid-19 dari BioNTech mendapat lampu hijau untuk digunakan di Inggris, negara Barat pertama yang menyetujui vaksinasi Covid-19. Akibat kabar ini, saham Pfizer naik 3,3% dan saham BioNTech naik 5%.

Baca Juga: Wall Street: Vaksin Covid-19 dan Optimisme Pabrik China Topang Rekor S&P dan Nasdaq

"Ini berita bagus bagi Pfizer untuk dapat menghasilkan uang lebih awal (tetapi) persetujuan di satu negara tidak akan benar-benar melihat dampak yang lebih luas pada pasar," kata Ingo Schachel, kepala penelitian saham di Commerzbank, Jerman seperti dikutip Reuters.

"Setelah beberapa hari kinerja pasar saham yang kuat, kini terjadi aksi ambil untung."

Sementara itu, pejabat AS pada hari Senin mengungkapkan rincian rencana mereka untuk mendistribusikan vaksin kepada jutaan orang Amerika mulai akhir bulan ini.

Investor tertarik pada kemajuan dalam pembicaraan stimulus setelah kelompok bipartisan senator AS dan anggota Dewan Perwakilan mengusulkan tagihan bantuan US$ 908 miliar pada hari Selasa.

Mendapatkan paket stimulus yang murah hati melalui Kongres adalah prioritas utama, kata Joe Biden dalam wawancara dengan New York Times. Presiden terpilih AS itu juga mengatakan dia tidak akan segera membatalkan kesepakatan perdagangan Fase 1 yang dibuat oleh Presiden Donald Trump dengan China.

Di antara saham individu, Salesforce.com Inc merosot sekitar 6% karena setuju untuk membeli aplikasi perpesanan tempat kerja Slack Technologies Inc dalam kesepakatan US$ 27,7 miliar karena bertaruh pada jangka panjang untuk kerja jarak jauh.

Saham penyedia layanan data awan NetApp melonjak 7,5% setelah mencatat laba kuartal di atas ekspektasi setelah melampaui perkiraan pada kuartal kedua.

Di kemudian hari, investor akan beralih ke laporan Beige Book Federal Reserve, sekilas tentang ekonomi berdasarkan percakapan dengan kontak bisnis.

Selanjutnya: Wall Street naik, disokong kabar vaksin dan data China yang kuat

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×